Minggu, 08 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Sidoarjo

Huru-Hara di Bandara Juanda, Latih Kesiapan 400 Personel Gabungan

20 November 2019, 18: 30: 11 WIB | editor : Wijayanto

LATIHAN: Personel gabungan PHH dan TNI AL bersenjata lengkap mengamankan aksi demonstrasi saat simulasi pengamanan di akses masuk Bandara Juanda Surabaya di Sidoarjo.

LATIHAN: Personel gabungan PHH dan TNI AL bersenjata lengkap mengamankan aksi demonstrasi saat simulasi pengamanan di akses masuk Bandara Juanda Surabaya di Sidoarjo. (HILDAN SEPKA/RADAR GRESIK)

Share this      

SIDOARJO - Puspenerbal lanud juanda melakukan simulasi pengamanan lanudal timur. Kegiatan ini bertujuan untuk memberi pelatihan kepada pasukan, Selasa (19/11). Kesiapan ini untuk mengantisipasi jika terjadi hal tidak diinginkan mendatang.

Komandan Puspenerbal Laksamana Pertama TNI Edwin menjelaskan, kegiatan tersebut diselenggarakan di wilayah Bandara Juanda T1. Tactical Floor Game (TFG) ini terdapat 36 rangkaian simulasi. Ada tiga inti simulasi pengamanan antara lain pengamanan aksi massa unjuk rasa, simulasi penyandraan, dan simulasi penjinakan bom. “Kerja sama dengan pihak bandara,” ujarnya.

Selain itu pembinaan yang dilakukan ini untuk mengevaluasi kesiapan pengamanan. Serta untuk menindaklanjuti kelengkapan pasukan berdasarkan perkembangan yang terjadi di lapangan. Sebab ini merupakan merupakan wujud siap siaga jika suatu saat terjadi hal mengganggu dan meresahkan wilayah Bandara Juanda. “Menciptakan suasana kondusif,” terangnya.

Hal ini dilakukan sebab Bandara Juanda berada di wilayah pertahanan lanudal pangkalan TNI AL. Sehingga pihaknya mengaku mendapat wewenang untuk turut menjaga kestabilan. Simulasi tersebut melibatkan 400 pasukan ditambah dengan tim satgaspam dan tim avsec Bandara Juanda. “Berjalan sesuai dengan rencana,” paparnya.

Hal ini mengakibatkan arus lintas sempat terhenti dari arah menuju bandara. Guna memperlancar kendaraan yang hendak melintas pihaknya menerjunkan beberapa pasukan untuk mengatur. Sontak kegiatan ini perhatian pengendara motor yang melintas. “Awalnya di ruas utara jalan, kemudian dipindah di selatan jalan,” pungkasnya. (hil/nis)

(sb/jpg/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia