Jumat, 06 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Gresik

Tangkap 24 Pelaku Narkoba, Didominasi Generasi Milenial

20 November 2019, 18: 10: 00 WIB | editor : Wijayanto

PANEN TANGKAPAN: Kapolres Gresik AKBP Kusworo Wibowo di dampingi Kasatnarkoba AKP Heri Kusnanto menggelar puluhan tersangka penyalahgunaan narkoba di wilayah Kabupaten Gresik.

PANEN TANGKAPAN: Kapolres Gresik AKBP Kusworo Wibowo di dampingi Kasatnarkoba AKP Heri Kusnanto menggelar puluhan tersangka penyalahgunaan narkoba di wilayah Kabupaten Gresik. (YUDHI DWI ANGGORO/RADAR GRESIK)

Share this      

GRESIK - Dalam kurun waktu satu bulan terakhir, Polres Gresik menangkap puluhan tersangka penyalahgunaan narkoba. Total ada 24 pelaku yang diamankan di halaman Mapolres Gresik, Selasa (19/11). Dari 24 pelaku itu, masing 20 pelaku penyalahgunaan narkotika jenis sabu-sabu yang berperan sebagai pengguna maupun pengedar sedangkan empat pelaku penyalahgunaan pil dobel L.

Kapolres Gresik AKBP Kusworo Wibowo mengatakan jika penangkapan pelaku tersebut hasil operasi jajarannya selama satu bulan. "Ini operasi selama sebulan yang dilakukan," kata Kusworo saat konferensi pers di Halaman Mapolres Gresik. Dari hasil introgasi petugas, para pelaku merupakan jaringan pengedar narkoba antar kota. Barang haram sabu-sabu sendiri berasal dari Kota Surabaya dan Madura. "Ya dari dua daerah itu. Mayoritas masih pemuda, generasi milenial," ucapnya.

Sementara itu, Kasatres Narkoba AKP Heri Kusnanto menambahkan, para pelaku diamankan polisi dengan modus berbeda-beda dan ditangkap di lokasi yang berbeda. Misalnya, kafe, rumah pelaku hingga SPBU.

Beberapa modus yang paling banyak dilakukan oleh pengedar narkoba adalah membungkus dengan paket hemat yang dijual Rp 250 per bungkus. “Satu bungkus itu biasanya dipakai untuk rame-rame (bersamaan,red). Biasanya isinya berkisar antara 0,25 gram," ungkapnya.

Dari operasi tersebut, Heri mengamankan barang bukti sabu-sabu seberat 25,58 Gram serta 520 butir Pil Dobel L. "Pelaku berasal dari Gresik 19 orang. sedangkan dari dua orang dari Surabaya dan tiga orang Sidoarjo," pungkasnya. (yud/han)

(sb/yud/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia