Minggu, 08 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Gresik

Dana Insentif Daerah Hanya Naik Rp 5 M, Kinerja Pelayanan Pemda Lemah

20 November 2019, 17: 28: 40 WIB | editor : Wijayanto

HEARING : Komisi II DPRD Gresik saat melakukan hearing bersama dengan BPPKAD Kabupaten Gresik beberapa waktu lalu.

HEARING : Komisi II DPRD Gresik saat melakukan hearing bersama dengan BPPKAD Kabupaten Gresik beberapa waktu lalu. (DOK/RADAR SURABAYA)

Share this      

GRESIK – Kalangan DPRD Kabupaten Gresik menyoroti minimnya kenaikan Dana Insentif Daerah (DID) pada R-APBD 2020. Kecilnya kenaikan DID menunjukkan kinerja pemerintah daerah (Pemda) di bidang pelayanan masih lemah. Sebab, indikator perolehan DID adalah pelayanan.

Dari data yang berhasil dihimpun, DID pada R-APBD 2020 sekitar Rp 47 miliar. Jumlah ini hanya naik Rp 5 miliar dibandingkan DID tahun 2019 sebesar Rp 42 miliar. "Memang naik tapi kenaikannya tidak seberapa besar. Masih jauh dari wilayah lain," ujar anggota Komisi II Faqih Usman.

Menurut dia, dari 11 indikator pelayanan yang menjadi penilaian pusat, Gresik baru 4 indikator yang memenuhi syarat. Sedangkan 7 lainnya masih belum. "Dari empat pelayanan berkinerja baik saja bisa dapat Rp 47 miliar. Bagaimana kalau semuanya baik. Bisa sampai Rp 100 miliar," ungkap dia.

Empat indikator yang berhasil dipenuhi Gresik yakni, pembahasan Perda APBD tepat waktu, perolehan predikat opini WTP, Pembangunan Infrastruktur dan pelayanan kesehatan. "Masih banyak sektor pelayanan yang belum mampu dipenuhi. Sehingga DID-nya masih rendah," kata dia.

Dikatakan, dari pada pemerintah mengejar pendapatan sektor parkir tepi jalan umum yang hanya Rp 1 miliar sampai 2 miliar, lebih baik mengejar DID bisa lebih banyak dapatnya. Tapi syaratnya harus bisa memperbaiki kinerja pelayanan. "Penuhi saja 11 indikator. Kami yakin bisa dapat Rp 100 miliar," ungkapnya.

Namun, untuk memenuhi 11 indikator tersebut perlu kerja keras pemerintah dan OPD. Karena ini terkait pembenahan cara kerja OPD dalam melayani masyarakat. "Saya kira sekarang sudah mulai ke arah sana. Tapi terlalu lama proses tersebut. PR kita sekarang bagaimana mempercepat peningkatan kinerja tersebut," imbuhnya. (rof)

(sb/rof/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia