Minggu, 15 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Gresik

Insentif Guru Swasta Dicoret, Insentif Guru Non K2 Naik Jadi Rp 1 Juta

20 November 2019, 13: 59: 40 WIB | editor : Wijayanto

DEMO: Guru Non K2 saat melakukan aksi unjuk rasa meminta kenaikan insentif beberapa waktu lalu.

DEMO: Guru Non K2 saat melakukan aksi unjuk rasa meminta kenaikan insentif beberapa waktu lalu. (DOK/RADAR GRESIK)

Share this      

GRESIK – Berbeda dengan nasib guru swasta yang insentifnya dicoret, insentif guru non K2 bakal dinaikan oleh Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Gresik. Bahkan kenaikannya mencapai seratus persen. Kenaikan itu diusulkan Dispendik melalui R-APBD tahun 2020 dan menunggu digedok oleh DPRD.  

Kepala Dispendik Gresik Mahin membenarkan rencana itu. Tahun ini insentif guru non K2 hanya sebesar Rp 500 ribu. Jumlah itu sudah mengalami kenaikan Rp 250 ribu pada 2018 lalu.

Kemudian jika disepakati DPRD, maka mereka akan memperoleh insentif sebesar Rp 1 juta. “Kami memang mengusulkan menjadi Rp 1 juta. Tapi itu melalui pembahasan dulu. Silahkan tanya ke dewan,” ungkapnya. 

Kenaikan tersebut, menurut Mahin, sudah direncanakan lama. Sebab, dia melihat beban guru non K2 memang cukup berat. Sehingga insentif tersebut merupakan salah satu bentuk apresiasi untuk mereka. “Sesuai beban kerja, mereka sama dengan guru PNS,” ungkapnya. 

Sedangkan untuk guru swasta, pencoretan anggaran insentif karena memang anggaran BOSDa tidak boleh digunakan untuk menggaji guru. Hanya boleh untuk siswa. “Untuk membangun juga tidak boleh,” terangnya.

Terpisah, anggota Komisi IV DPRD Gresik Khoirul Huda mengatakan, Komisi IV mengupayakan kenaikan itu sebesar 100 persen. Namun saat ini belum bisa dipastikan. Yang jelas, kebutuhan yang semakin tinggi dan beban kerja yang sama menjadi pertimbangan. 

“Dulu pada pembahasan dengan Dispendik memang sempat muncul kenaikan menjadi Rp 750 ribu tapi kami upayakan 100 persen,” ucapnya.

Dia menambahkan, pihaknya ingin kenaikan itu segera terealisasi. Sebab, tahun 2020 nanti UMK di Gresik juga naik menjadi Rp 4,1 juta. Belum lagi kenaikan honor tenaga harian lepas (THL) dari Rp 1,6 juta menjadi Rp 1,8 juta. “Kami akan perhatikan,” imbuhnya. 

Sementara, Ketua Forkom Guru non K2 Gresik Badrul Ain menyambut baik upaya dewan dan dispendik menaikan insentif itu. Sebab, pihaknya menilai insentif sebelumnya masih dirasa minim. Apalagi beban kerja dan kebutuhan di Gresik sudah tinggi. “Semoga bisa terelaisasi, kami ucapkan terima kasih,” tandasnya. (yua/rof)

(sb/rof/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia