Senin, 27 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Sidoarjo

Inilah 3 Alternatif Konversi Bahan Bakar Limbah Plastik Usulan Khofifa

20 November 2019, 12: 31: 00 WIB | editor : Wijayanto

DISKUSI: Bupati Sidoarjo Saiful Ilah dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi, Selasa (19/11).

DISKUSI: Bupati Sidoarjo Saiful Ilah dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi, Selasa (19/11). (ISTIMEWA)

Share this      

SIDOARJO - Tiga alternatif konversi bahan bakar dari limbah sampah plastik pada sentra Industri Kecil Menengah (IKM) di Desa Tropodo, Krian dibahas Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Bupati Sidoarjo Saiful Ilah di Gedung Negara Grahadi, Selasa (19/11).

Pertama, konversi bahan bakar ke wood pallet. Selain itu, Khofifah juga akan mengajak Perusahaan Gas Negara (PGN) untuk menyalurkan city gas di desa Tropodo tersebut. 

Ketiga, Khofifah juga meminta Pertamina untuk mensubsidi  sebanyak 50 LPG secara bertahap agar IKM tahu tak lagi menggunakan limbah plastik untuk produksi. 

Gubernur Khofifah sangat menyoroti permasalahan produksi tahu yang menggunakan sampah plastik itu. Apalagi permasalahan ini, sampai disoroti media asing. 

Kedua pemimpin tersebut, sepakat akan memberikan pendampingan dan mencarikan solusi agar tidak lagi menggunakan limbah plastik sebagai bahan bakar.

Sebab penggunaan plastik yang dipakai bahan bakar pembuatan tahu di Desa Tropodo, Krian yang mengeluarkan asap hitam, efeknya bisa berbahaya dan mengganggu pernafasan warga sekitar pabrik.

Secara kasat mata, siapapun yang datang ke daerah tersebut, bisa melihat asap hitam pekat yang membumbung ke udara dengan volume yang besar. Bukan hanya dari satu pabrik saja, tapi di Tropodo tercatat ada 50 sentra IKM tahu.  

Alternatif kembali menggunakan limbah kayu biasa sebagai bahan bakar, pernah digaungkan. Tapi warga masih merasa keberatan dengan harganya, dan menganggap harga sampah plastik jauh lebih murah. 

Harga satu truk sampah plastik yang dibeli warga mencapai Rp 700 ribu. Bandingkan dengan harga satu truk kayu bisa mencapai Rp 3 juta. 

Bupati Sidoarjo Saiful Ilah menjelaskan selama ini produk tahu yang dihasilkan aman untuk dikonsumsi. Justru yang membahayakan adalah asap hitam yang dapat mengganggu kesehatan masyarakat terdekat. 

Abah Ipul menyarankan agar IKM mengkonversi menjadi wood pallet. Penggunaan wood pallet sebagai bahan bakar bisa jadi alternatif pengganti limbah plastik. 

“Bila dibandingkan dengan limbah plastik, harga wood pallet masih terjangkau, relatif murah,” terangnya. 

Keunggulan wood pallet yakni panasnya bertahan lama dan suplainya sudah ada, diharapkan bisa menggantikan bahan bakar sampah plastik.

Dengan menggunakan wood pallet pelaku industri tahu bisa mendapatkannya dengan harga Rp 2.250 per kilogram. (rpp/nis)

(sb/rof/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia