Minggu, 15 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Gresik

Anggaran Insentif Guru Swasta Dicoret, Pendapatan Bakal Berkurang

19 November 2019, 13: 47: 14 WIB | editor : Wijayanto

HEARING: Sekolah swasta saat melakukan rapat bersama Komisi IV DPRD Gresik beberapa waktu lalu.

HEARING: Sekolah swasta saat melakukan rapat bersama Komisi IV DPRD Gresik beberapa waktu lalu. (DOK/RADAR GRESIK)

Share this      

GRESIK - Penghapusan insentif yang dilakukan Dinas Pendidikan (Dispendik) Gresik diprotes guru swasta. Pasalnya, hal ini akan berimbas pada kesejahteraan guru swasta. Mereka berharap Dinas Pendidikan (Dispendik) Gresik bisa mencari solusi terkait hal itu. 

Ketua LP Maarif NU Cabang Gresik Ahmad Jazuli saat dikonfirmasi belum mengetahui rencana peniadaan itu. Tapi jika memang itu benar, ia sangat menyayangkan hal itu. Sebab selama ini, insentif itu diberikan untuk membantu kesejahteraan guru swasta. 

“Sebab selain insentif mereka tak dapat tunjangan apa-apa. Gaji pun hanya sedikit. Kecuali mereka yang sudah sertifikasi,” terangnya. 

Meski demikian, pihaknya belum bisa berkomentar banyak lantaran hal itu masih rencana. Namun dia tetap berharap Dispendik tetap menganggarkan insentif tersebut. Terkait mekanisme pemberiannya diserahkan kepada Dispendik. 

“Dalam waktu dekat, kami akan membahas hal ini di kalangan guru swasta. Kami pelajari dulu,” ujarnya. 

Senada dengan Jazuli, anggota Komisi IV Noto Utomo juga menyayangkan rencana itu. Dia membenarkan tak adanya ploting anggaran yang dialokasikan untuk insentif guru di R-APBD 2020.

Hal itu merupakan imbas pada menurunnya anggaran Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDa). “Memang ada penurunan, awalnya Rp 93 miliar kini menjadi Rp 72 miliar saja,” terangnya. 

Meski demikian, kami sudah meminta Dispendik  agar anggaran itu tetap diadakan. Sedangkan terkait dengan bagaimana mekanismenya, anggota dewan menyerahkan sepenuhnya kepada Dispendik. “Kami minta insentif itu tetap ada,” ujarnya. 

Sementara itu, Kepala Dispendik Gresik Mahin saat dikonfirmasi enggan member jawaban. Dia tak mengangkat telepon. Whatsapp yang dikirimkan juga hanya dibaca. (yua/rof)

(sb/yua/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia