Jumat, 06 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Lifestyle Surabaya

Metode Belajar Bahasa Inggris Cepat, Layaknya Anak Kecil

19 November 2019, 09: 38: 59 WIB | editor : Abdul Rozack

Kish Gill, CEO Wall Street Indonesia, meminta para siswa untuk mengaca pada anak-anak

Tutor Wall Street English Indonesia sedang memberikan materi bercakap kepada seorang murid, Senin(18/11). (ISMAUL CHOIRIYAH/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Bagi sebagian orang, mempelajari bahasa Inggris sangat susah. Hampir semua orang Indonesia belajar bahasa Inggris selama bertahun-tahun tapi sulit menggunakannya untuk berkomunikasi.

Kish Gill, CEO Wall Street English Indonesia, meminta para siswa untuk mengaca pada anak-anak. Tahapan pertama, anak kecil belajar bahasa adalah dengan mendengar, kemudian meniru tanpa mengerti maknanya. Selanjutnya baru membaca dan menulis. Jika satu kata disampaikan berulang-ulang, anak akan paham maksudnya.

"Seni mempelajari bahasa mengikuti cara belajar bahasa anak-anak ada ilmunya. Anak-anak akan bisa mengucapkan satu kata. Jika kata tersebut dia dengar sampai 17 kali," ujarnya dalam Grand Opening Wall Street English di Pakuwon Mall, Senin (18/11).

Tidak heran, anak-anak bisa dengan mudahnya menyerap bahasa baru lewat tontonan film yang dia lihat sehari-hari. Banyak remaja juga mulai mengerti beberapa kosa kata baru bahasa Korea, dengan sering menonton dramanya, atau dengan mendengarkan musik. 

Proses belajar seperti ini, menurut Kish Gill, yang akan mempermudah seseorang belajar bahasa. Ketimbang melalui buku teks secara bertahap. Disegmentasi dengan belajar grammar satu per satu baru praktik. Menurut dia, cara seperti ini tidak mempercepat memperoleh bahasa. Malah alih-alih membuat bahasa menjadi sesuatu yang menakutkan. 

Kish mengatakan, bahasa Inggris sudah selayaknya dijadikan gaya hidup. Sebab, bahasa Inggris bukan sekadar bahasa, tapi media komunikasi global.

Menurut Gill, mempejari bahasa Inggris untuk komunikasi di dunia profesional sebetulnya tidak dibutuhkan kemampuan berbahasa yang mendalam, seperti grammar yang harus akurat. Yang terpenting, bisa mengungkapkan apa yang ada di pikiran kepada lawan bicara dan dimengerti. (ism/rek)

(sb/is/jek/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia