Minggu, 15 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Diganjar 12 Tahun Plus Kebiri Kimia, Guru Cabul Mengeluh Terlalu Berat

18 November 2019, 22: 56: 11 WIB | editor : Abdul Rozack

KEBERATAN: Terdakwa Rahmat Slamet Santoso mengaku keberatan terhadap vonis hakim.

KEBERATAN: Terdakwa Rahmat Slamet Santoso mengaku keberatan terhadap vonis hakim. (M Mahrus/Radar Surabaya)

Share this      

Rahmat Slamet Santoso alias Memet, guru cabul warga Jalan Kupang Segunting IV, divonis 12 tahun penjara denda 100 juta subsider 3 bulan dan tindakan kebiri kimia selama tiga tahun oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya Senin (18/11) kemarin. Vonis tersebut dijatuhkan setelah terdakwa yang berprofesi sebagai guru pramuka itu mencabuli 15 siswanya.

M Mahrus/Wartawan Radar Surabaya

Ketua Majelis Hakim Dwi Winarko mengatakan yang memberatkan perbuatan terdakwa telah meresahkan masyarakat, membuat anak-anak trauma, dan perbuatan terdakwa juga merusak masa depan anak. Menurutnya, Hakim telah sependapat dengan penuntut umum dengan menjatuhkan pidana kepada terdakwa sebagaimana diatur pasal 80 dan pasal 82 UU RI Nomor 17 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.

“Menghukum terdakwa dengan pidana penjara 12 tahun dan denda sebesar 100 juta subsider 3 bulan, dan ditambah dengan tindakan kebiri kimia selama tiga tahun,” kata Hakim Dwi Winarko di ruang sidang Garuda II PN Surabaya kemarin (18/11).

Atas vonis ini, terdakwa belum bisa bersikap. “Masih belum bisa memutuskan pak hakim,” ucap terdakwa. 

Usai sidang, terdakwa saat dimintai keterangan awak media mengaku keputusan hakim dianggap berat. Tapi dia tidak menyebut secara spesifik yang berat hukuman penjara atau kebiri kimiannya.

“Terlalu berat,” ucap terdakwa sambil berjalan meninggalkan gedung persidangan.

Sementara itu Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sabetania R Pamboenan mengaku masih akan pikir-pikir. “Vonis ini kami akan laporkan ke pimpinan dulu. Kami punya waktu tujuh hari untuk bersikap melakukan banding atau tidak,” jelasnya.

Perlu diketahui vonis majelis hakim PN Surabaya ini lebih rendah dari tuntutan JPU Kejati Jatim yang sebelumnya meminta terdakwa dihukum 14 tahun penjara, denda Rp 100 juta, subsider 3 bulan dan kebiri kimia selama 3 tahun.

Sebelumnya, Memet warga Jalan Kupang Segunting IV, Surabaya itu ditangkap Ditreskrimum Polda Jatim Juli lalu setelah dilaporkan orang tua korban atas kasus pencabulan. Dari hasil pemeriksaan Memet terbukti melakukan pencabulan terhadap 15 siswanya dari kelas 5 SMP dan 1 SD di Kota Surabaya. Aksi tak senonoh itu dilakukan terdakwa di rumahnya.

Modusnya terdakwa mengajak siswannya datang ke rumah dengan dalih memberikan bimbingan khusus, tentang ilmu kepramukaan dan pembentukan tim inti pramuka.(*/rud)

(sb/rus/jek/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia