Minggu, 15 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Gresik

Guru Punya Sertifikat Pendidik Tak Perlu Lagi Ikut SKB

18 November 2019, 05: 02: 17 WIB | editor : Wijayanto

CPNS: Para guru yang telah lama mengabdi mendapatkan kemudahan pada tes CPNS 2019 ini.

CPNS: Para guru yang telah lama mengabdi mendapatkan kemudahan pada tes CPNS 2019 ini. (ISTIMEWA)

Share this      

GRESIK - Guru honorer yang memiliki sertifikat pendidik berpeluang besar untuk lolos menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Sebab guru bersertifikasi itu tak wajib mengikuti SKB lantaran nilai sertifikat itu adalah 100. 

Kabid Data dan Informasi BKD Pemkab Gresik Reza Pahlevi mengatakan sebenarnya guru yang sudah sertifikasi memiliki tiket untuk lolos CPNS. Sebab dia sudah memotong satu tahap dan dipastikan lulus. Sebab sertifikasi tersebut dianggap sebagai bukti jika guru tersebut sudah mumpuni di bidangnya. 

“Perolehan sertifikat itu juga membutuhkan proses. Selain itu tak semua guru memperolehnya. Sehingga secara kebidangan ia sudah diakui,” ungkapnya. 

Reza mengatakan bukti sertifikasi tersebut harus ikut diupload saat mendaftar. Sehingga nantinya akan diverifikasi pusat. Lalu ketika nantinya ketika tes SKB berlangsung akan dipilah mana guru yang sertifikasi. 

“Kami harap, sertifikat bukti sertifikasi itu bisa dicantumkan saat ingin mendafar CPNS dan mengambil tenaga pendidik,” terangnya. 

Sedangkan terkait pengumuman formasi, Reza memastikan akan serentak pada 11 November. Hal itu juga sekaligus dibukanya pendaftaran CPNS. Waktunya hingga akhir bulan. Kemudian ada waktu sanggahan atau waktu komplain selama tiga hari. 

“Hal ini untuk mengantisipasi kemungkinan adanya pelamar yang tak puas atau melakukan komplain dari berbagai hal. Kami berikan waktu tiga hari,”tandasnya. 

Kemudian untuk menanggapi komplain tersebut, panitia pelaksana (panpel) CPNS tersebut diberi waktu selama tujuh hari untuk menyelesaikan komplain tersebut. 

“Namun yang harus digaris bawahi, komplain tersebut tak diterima jika muatannya harus menambah atau mengurangi data. Untuk itu peserta harus benar-benar hati-hati dan teliti. Sebab setelah diupload dipastikan data tak bisa diubah,” pungkas Reza. (yua/rof)

(sb/rof/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia