Minggu, 08 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Gresik

Digerojok Rp 8 Miliar, Dinas PMK Beli Mobil Damkar Baru

18 November 2019, 04: 56: 57 WIB | editor : Wijayanto

BELI BARU : PMK Gresik bakal membeli mobil pemadam kebakaran baru setelah mendapatkan anggaran miliaran rupiah.

BELI BARU : PMK Gresik bakal membeli mobil pemadam kebakaran baru setelah mendapatkan anggaran miliaran rupiah. (ISTIMEWA)

Share this      

GRESIK - Dinas Pemadam Kebakaran (PMK) Gresik bakal memiliki armada mobil pemadam kebakaran (damkar) baru pada bulan depan. Ini setelah mereka mendapatkan anggaran sebesar Rp 8 miliar dari Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) 2019. Mobil baru saat ini masih dalam proses pengadaan.

Kepala Dinas  PMK Gresik Eka Prapangasta mengatakan empat unit mobil tersebut dibeli dengan menggunakan anggaran dalam PAK tahun ini. Disepakati nilainya Rp 8 miliar. Kemudian setelah proses lelang. Anggaran itu pun cair. “Bulan depan kami serah terima unit baru itu,” ungkapnya. 

Dia mengatakan empat unit baru tersebut terdiri dari dua unit fire dan dua unit mobil untuk suplai air. Eka mengatakan, armada baru memang dibutuhkan lantaran mobil yang dimiliki saat ini sudah tak berfungsi maksimal. 

“Apalagi di musim kemarau tahun ini, banyak terjadi kebakaran. Bahkan sehari bisa tiga sampai lima kali kejadian,” imbuhnya.   

Menurutnya, saat kini mobil damkar yang dimiliki pemerintah kabupaten (Pemkab) Gresik hanya 9 unit. 5 mobil semprot dan 4 mobil tangki. Kendati demikian, seluruh kendaraan keluaran lama, tidak ada yang baru. Eka menuturkan ada kendaraannya yang tidak layak pakai. 

“Tapi terpaksa masih digunakan karena tidak bisa menganggarkan. Namun untuk tahun ini dikabulkan,” tandasnya. 

Dia mengatakan tak ada spesifikasi khusus dengan empat unit mobil baru yang akan diserah terimakan itu. Semuanya standar. Hanya saja unit tersebut cukup menunjang kinerja petugas di lapangan. 

“Di sisi lain, di Gresik masih jarang terdapat bangunan yang tinggi. Sehingga pengadaan mobil khusus kami rasa belum dibutuhkan,” terangnya. 

Meski demikian, pihaknya berharap Gresik bisa memiliki hidran. Sebab hingga saat ini fasilitas itu penting untuk membantu pemadaman, terutama daerah dengan padat penduduk.

Selama ini, kebutuhan air untuk pemadaman hanya disuplai melalui tangki truk. Menurutnya itu sangat tidak efektif dan menyita waktu. “Kalau ada hidran fokus kita hanya di pemadaman, bukan mencari air,” tandasnya. 

Berbeda jika di wilayah titik kota terdapat hidran. Akses pemadaman akan lebih mudah dan api bisa gampang dijinakkan. Apalagi wilayah kabupaten Gresik merupakan wilayah dengan padat penduduk. Truk semprot milik damkar tidak mudah untuk masuk ke kampong yang akses jalannya sempit.

“Hidran sendiri adalah pipa yang dihubungkan ke suplai air yang ditempatkan di titik kota di pinggir jalan. Fungsinya yakni untuk menarik air dari saluran utama untuk memadamkan api. Kalau ini disepakati kami merasa diuntungkan, karena proses pemadaman sangat mudah,” pungkasnya. (yua/rof)

(sb/rof/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia