Minggu, 15 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Eksotisme Jalan Tunjungan, Kawinkan Nilai Historis dengan Bisnis

16 November 2019, 19: 20: 59 WIB | editor : Wijayanto

Eksotisme Jalan Tunjungan, Kawinkan Nilai Historis dengan Bisnis

Anda belum ke Surabaya kalau tidak melintas atau minimal foto di Jalan Tunjungan. Karena Suroboyo identik dengan jalan yang ada di pusat kota itu.

(SURYANTO/RADAR SURABAYA)

RAHMAT HIDAYAT-Wartawan Radar Surabaya

Jalan Tunjungan adalah salah satu ikon paling terkenal dari  Kota Pahlawan. Saking terkenalnya, sampai ada lagunya. Judulnya Rek Ayo Rek. Lagu itu terkenal sejak diciptakan, hingga kini banyak orang menyanyikannya. Syairnya mudah, liriknya tak rumit, gampang diingat. 

Begini liriknya. Rek ayo rek, mlaku-mlaku nang Tunjungan. Rek ayo rek, rame-rema bebarengan. Cak ayo cak sopo gelem melu aku. Cak ayo cak dolek kenalan cah ayu.

Lagu itu diciptakan oleh Is Hariyanto. Lalu, dipercayakan kepada Mus Mulyadi untuk menyanyikannya. Karena Mus Mulyadi asli Surabaya, dari lahir hingga remaja, juga di Surabaya, tak sulit bagi maestri keroncong itu itu membawakannya dengan cara dan logat Surabaya. Hingga sekarang, Rek Ayo Rek menjadi lagu wajibnya cak-ning Suroboyo.

Membaca liriknya, kita sudah bisa membayangkan bagaimana ‘bentuk’ Jalan Tunjungan itu. Jalan yang membentang dari sisi selatan ke utara, yang panjangnya tak lebih dari empat kilometer itu, digambarkan Is Haryanto sungguh indah. Tempat jalan-jalan mencari hiburan atau melepas kepenatan. Saking indahnya, anak laki-laki bakal bisa bertemu anak perempuan yang cantik, jika mereka jalan-jalan di Jalan Tunjungan.

Apa yang dituangkan Is Haryanto dalam lirik lagunya, memang tak berlebihan. Malah bisa dikatakan tepat. Dari dulu hingga sekarang, Jalan Tunjungan adalah tempat klinong-klinong-nya arek-arek Suroboyo.  Kalau di Bandung ada  Jalan Braga, Jogjakarta punya Jalan Malioboro, maka Surabaya punya Jalan Tunjungan. (rmt/opi)

(sb/rmt/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia