Minggu, 15 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Perbaiki Talang, Pekerja Ini Tewas Jatuh Tembus Atap hingga Lantai 2

16 November 2019, 15: 10: 54 WIB | editor : Wijayanto

MUSIBAH: Jasad korban dievakuasi petugas dibantu warga.

MUSIBAH: Jasad korban dievakuasi petugas dibantu warga. (ISTIMEWA)

Share this      

SURABAYA - Warga Jalan Kyai Tambak Deres, Kenjeran dikejutkan dengan jatuhnya seseorang dari atap gedung salah satu sekolah swasta di lokasi tersebut. Korban atas nama Davit Supriyanto, 41, warga Jalan Bulak Cumpat I, Kenjeran ini jatuh dari atap gedung dan tembus ke dalam aula yang berada di lantai II sekolahan tersebut.

Korban meninggal dunia seketika dengan luka parah di kepalanya. Kejadian tersebut bermula ketika korban diminta bantuan untuk memperbaiki talang di atap gedung. Ini dikarenakan setiap hujan datang, aula selalu kemasukan air dari atas gedung.

Diduga ini berasal dari talang air yang bocor. Korban yang biasa memperbaiki atap gedung langsung naik ke atas tanpa mengenakan pelindung apapun. “Keterangan saksi, korban biasanya seperti itu. Sebelumnya juga memperbaiki atap gedung dan tidak terjadi apa-apa,” kata Kanitreskrim Polsek Kenjeran Iptu Endri Subandrio.

Diduga saat korban usai memperbaiki kerusakan ia menuju ke bagian tengah atap gedung yang terbuat dari galvalum ini. Saat itu, tiba-tiba bagian rangka galvalum yang dipijak patah. Seketika itu, korban terjatuh ke bawah.

Dugaan sementara, saat terjatuh korban sempat berpegangan pada galvalum namun kemungkinan tidak kuat sehingga ikut patah. “Ini dikarenakan kami menemukan korban dalam kondisi jatuh dengan galvalum di atasnya,” tuturnya.

Korban meninggal seketika di lokasi kejadian, ini disebabkan kondisi kepala korban yang mengalami luka parah. Diduga saat terjatuh dari ketinggian 10 meter ini bagian kepala korban yang terlebih dulu yang menyentuh lantai aula tersebut. Korban langsung dibawa ke RUSD Dr Soetomo untuk dilakukan pemeriksaan.

 “Ini masih kami selidiki penyebabnya. Sementara ini fakta yang ada korban tidak menggunakan peralatan keamanan sama sekali saat melakukan perbaikan tersebut,” terangnya. (gun/rud)

(sb/gun/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia