Minggu, 15 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Sidoarjo

Temukan Pria Tewas Penuh Luka, Diduga Korban Kekerasan

16 November 2019, 14: 54: 55 WIB | editor : Wijayanto

TKP: Polisi saat melakukan pemeriksaan lokasi kejadian penemuan korban

TKP: Polisi saat melakukan pemeriksaan lokasi kejadian penemuan korban (ISTIMEWA)

Share this      

SIDOARJO – Seorang pria ditemukan tergeletak  dengan penuh luka di Jalan Paving Desa Watesari, RT 1/RW 1, Kecamatan Balongbendo, Rabu (13/11) pagi. Korban yang masih belum diketahui identitasnya itu tewas setelah sempat mendapatkan perawatan medis di rumah sakit.

Dari informasi yang dihimpun, Mr X itu pertama kali ditemukan warga yang sedang dalam perjalanan menuju ke sawah sekitar pukul 05.30. Saat melintas, warga terkejut lantaran ada seorang pria yang tergeletak dengan kondisi mengenaskan.

Korban mengenakan celana pendek kolor berwarna hitam, mengenakan kaos oblong warna hijau dengan kondisi robek. Sejumlah luka juga ditemukan di tubuh pria dengan tinggi sekitar 160 cm itu.

Di antaranya, luka robek di kepala bagian belakang. Kemudian luka lecet di bagian bibir, tangan dan kaki. Panik dengan kejadian itu, warga langsung menghubungi pihak kepolisian. Tak lama berselang, anggota dari Polsek Balongbendo tiba di lokasi kejadian.

“Saat kami evakuasi masih bernafas, namun setelah di rumah sakit, sekitar pukul 09.00 pihak dokter mengabari kalau korban meninggal dunia,” terang Kapolsek Balongbendo Kompol Sugeng Purwanto.

Sugeng juga menerangkan, kini polisi tengah bekerja keras untuk mengungkap kasus tersebut. Tim identifikasi dari Polresta Sidoarjo juga telah datang ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan.

Yang menjadi tantangan adalah, polisi tidak menemukan satu identitas pun di tubuh korban. Hal itu yang mempersulit polisi untuk mengenali korban. “Juga bukan warga Desa Watesari, bisa diduga dari luar Balongbendo juga,” imbuh mantan Kasat Resnarkoba Polresta Sidoarjo itu.

Secara kasat mata, lanjut Sugeng, memang ditemukan tanda-tanda bekas kekerasan dari luka yang nampak di tubuh korban. Namun polisi akan lebih mendalami sejumlah bukti itu. “Kami lakukan visum terlebih dahulu,” terangnya.

Polisi juga menghimbau kepada warga yang mengenali korban agar dapat melapor. Hal itu akan membantu proses penyelidikan kepolisian. (son/nis)

(sb/son/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia