Minggu, 15 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Sidoarjo

Lima Ruang SDN Waung Terbakar, Dikbud Bakal Perbaiki Tahun Depan

16 November 2019, 14: 52: 32 WIB | editor : Wijayanto

RUSAK: Siswa SDN Waung, Krembung yang melihat sekolahnya setelah terbakar semalaman

RUSAK: Siswa SDN Waung, Krembung yang melihat sekolahnya setelah terbakar semalaman (RIZKY PUTRI PRATIMI/RADAR SURABAYA)

Share this      

SIDOARJO - Pemerintah Kabupaten Sidoarjo bergerak cepat mengatasi musibah kebakaran yang dialami SDN Waung, pada Kamis (14/11) malam.  Lima ruangan, termasuk musala, ruang kepala sekolah, ruang Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), laboratorium komputer dan gudang dilahap si jago merah.

RUSAK: Lima ruangan SDN Waung Krembung yang terbakar akan segera diperbaiki. Diperkirakan pertengahan tahun depan sudah bisa dipakai kembali.

RUSAK: Lima ruangan SDN Waung Krembung yang terbakar akan segera diperbaiki. Diperkirakan pertengahan tahun depan sudah bisa dipakai kembali. (RIZKY PUTRI PRATIMI/RADAR SURABAYA)

Beruntung, kejadian tersebut tidak sampai merambat ke ruang guru dan ruang kelas yang persis ada di depan gedung yang seluas 15 x15 meter persegi itu. Serta tidak ada korban jiwa pada kejadian itu. Kegiatan belajar dan mengajar sama sekali tak terganggu. Bahkan berjalan seperti biasa.

Kepala SDN Waung M Nadir menceritakan, Kamis sore menjelang maghrib ada warga yang membakar rumput yang tempatnya bersebelahan dengan bangunan yang terbakar itu. Lidah api membakar tumpukkan bangku reyot dan kertas bekas yang tersimpan di gudang sekolah.

Kebakaran semakin tak terhindarkan hingga merambat ke ruang laboratorium komputer. Dentuman sempat terdengar. “Tujuh unit komputer meledak dan hangus,” katanya kepada Radar Sidoarjo.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Asrofi meninjau ke lokasi, Jumat (15/11) pagi. “Perbaikan kita usulkan dengan anggaran 2020,” katanya.  Ditegaskannya, bangunan yang tersisa akan dikaji terlebih dahulu, apakah masih layak dipertahankan.

Konsep bangunan baru, los tanpa tembok. Sebagai pemisahnya, akan menggunakan sekat ruangan. “Kita minta kepada Perkim CKTR untuk mendahulukan perbaikan sekolah ini,” tambahnya.

Ketua Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sidoarjo Dhamroni Chudlori juga terlihat mendatangi lokasi. “Untungnya tidak sampai merembet ke ruang kelas. Jadi KBM tetap dapat berjalan,” terang politisi PKB itu. Dewan mendorong agar gedung tersebut untuk segera diperbaiki dengan anggaran biaya tak terduga (BTT). (rpp/nis)

(sb/rpp/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia