Jumat, 06 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Sidoarjo

Bisnis Kuliner di Sidoarjo Terbantu Marketing Lewat Medsos

16 November 2019, 14: 45: 29 WIB | editor : Wijayanto

MANFAATKAN ONLINE: Salah satu pegawai si stan kuliner pusat perbelanjaan di Sidoarjo sedang melayani pembeli.

MANFAATKAN ONLINE: Salah satu pegawai si stan kuliner pusat perbelanjaan di Sidoarjo sedang melayani pembeli. (HENDRIK MUCHLISON/RADAR SIDOARJO)

Share this      

SIDOARJO - Perkembangan teknologi dan media sosial (medsos) kian pesat. Hal itu dianggap sebagai peluang bagi para pengusaha. Termasuk pengusaha kuliner yang memanfaatkan medsos sebagai media promosi.

Seperti yang dilakukan Okky Rachmawati pengelola Kafe Little A. Ia rajin memanfaatkan medsos untuk memasarkan kafenya yang berada di salah satu kawasan pusat perbelanjaan di Sidoarjo itu. Baginya, medsos sangat bermanfaat dalam mengembangkan usaha. “Customer saya 70 persen tahu kafe dari medsos,” katanya.

Karena itu, Okky harus meluangkan waktu untuk mengelola medsosnya. Ia pun rela menjadi admin di tengah kesibukannya mengelola kafe dan tugasnya sebagai ibu rumah tangga. “Biar efisien jadi saya adminnya sendiri,” imbuhnya.

Ia merasa masih bisa mengatur waktu untuk menjalankan seluruh tanggung jawab itu. Okky berharap, para pengusaha khususnya generasi milenial dapat lebih peka dalam perkembangan zaman. “Anak muda harus bisa memanfaatkan setiap peluang yang ada,” terangnya.

Hal senada diungkapkan pemilik Kedai 7 Watt, Rachmania Indhika. Selain sangat membantu dari sisi promosi, medsos juga dapat menekan biaya pemeliharaan tempat usaha secara offline.

“Berjualan dengan lahan minim pun bisa. Mereka bisa main di foto produk yang lebih menarik perhatian customer. Meminimkan budget tempat usaha,” jelas ibu satu anak itu.

Ada dua medsos yang dimanfaatkan Rahma. Yakni, Facebook dan Instagram. Kedua akun tersebut, belum dikelola secara khusus memakai akun kedai sendiri. Namun, masih bercampur dengan akun pribadinya. “Masih campur sama medsos pribadi udah kuwalahan,” tambahnya.

Tak berbeda jauh dari Okky dan Rahmania, pemilik kedai Pak Cik Abin cabang Sidoarjo, Safira Ramadhani juga memanfaatkan medsos secara khusus. Dibandingkan membagikan brosur atau poster, medsos dianggap sangat efektif. “Apalagi dengan adanya foodies dan influencer. Faktor pendukung resto saya ramai terus sejak tahun 2016,” pungkasnya. (son/rpp/vga)

(sb/son/rpp/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia