Minggu, 08 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Sidoarjo
Kecoh Polisi, Balap Liar Trosobo Digelar Pagi

Tabrak Seorang Penonton Sampai Patah Kaki, Joki Diringkus

16 November 2019, 14: 08: 39 WIB | editor : Wijayanto

LIAR: Seorang penonton yang patah kakinya karena dilindas pebalap motor liar di Jalan Raya Trosobo.

LIAR: Seorang penonton yang patah kakinya karena dilindas pebalap motor liar di Jalan Raya Trosobo. (ISTIMEWA)

Share this      

SIDOARJO – Aksi balap liar di Jalan Raya Trosobo, Kecamatan Taman, sempat viral di media sosial (Medsos). Seorang penonton juga sempat menjadi korban patah kakinya lantaran tertabrak joki yang melintas. Polisi pun bergerak cepat memburu joki motor dan berhasil meringkusnya. Ia adalah Raditya, 21, alias Ucil, warga asal Gempol, Pasuruan.

Kasat Lantas Polresta Sidoarjo AKP Eko Iskandar mengungkapkan, balap liar yang digelar Jalan Raya Trosobo itu tergolong baru. Pasalnya, para joki nekat beradu motor pada pagi hari sekitar pukul 05.00. “Mungkin karena polisi sudah mempersempit ruang gerak, polisi sudah kucing-kucingan sejak pukul 10 malam,” terang mantan Kasat Lantas Pasuruan itu.

Balapan juga disaksikan banyak orang. Bahkan salah satu penonton menjadi korban lantaran terserempet joki yang melintas. Ia juga mendapat luka serius di bagian kakinya.

Mendapati laporan balap liar yang sempat menutup ruas jalan arah Mojokerto-Surabaya itu, polisi langsung bergerak cepat.

Polisi langsung mengidentifikasi ciri motor dan joki. Upaya itu membuahkan hasil, pelaku berhasil diendus dan berhasil diamankan dirumahnya. “Kita langsung koordinasi dengan polisi di Pasuruan, dan berhasil kita jemput pelakunya,” beber Eko.

Di hadapan polisi, joki bertubuh kurus itu juga mengakui jika rencana balapan hendak digelar sekitar pukul 22.00. Namun, karena kucing-kucingan dengan polisi, balap liar baru dilakukan selepas subuh. Mereka memanfaatkan kondisi arus lalu – lintas yang masih sepi dari arah Mojokerto-Surabaya. “Ia memang joki motor profesional dan joki balap liar juga. Sering menerima pesanan,” lanjut Eko.

Karena itulah, polisi masih terus mengembangkan kasus balap motor itu. Salahsatunya mendalami jaringan baik promotor maupun yang sampai menutup jalan raya. Dalam kesempatan itu juga, Eko menghimbau kepada masyarakat agar dapat melapor ke polisi jika mengetahui ada arena balap liar.

Pihaknya juga akan terus menggencarkan patroli guna mencegah balap liar kambuh. “Sebaiknya masyarakat tidak ikut menonton, karena itu malah memotivasi pelaku balap liar,” pungkasnya. (son/jay)

(sb/son/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia