Minggu, 15 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Lebarkan Jalan-Revitalisasi Kalimas, Pedagang Unggas Keputran Digusur

15 November 2019, 16: 24: 28 WIB | editor : Wijayanto

LANCAR: Dengan menggunakan alat berat petugas membongkar lapak di Pasar Keputran Selatan, Surabaya, Kamis (14/11).

LANCAR: Dengan menggunakan alat berat petugas membongkar lapak di Pasar Keputran Selatan, Surabaya, Kamis (14/11). (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Pemkot Surabaya melakukan penertiban pedagang unggas di Pasar Keputran Selatan, Kamis (14/11). Dari pantauan Radar Surabaya, penertiban berlangsung aman, tidak ada halangan dari pedagang yang berjumlah 28 dan 45 stand tersebut.

Kabid Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat Satpol PP Kota Surabaya Piter Frans Rumaseb mengatakan penertiban tersebut untuk pelebaran jalan. Pemkot menargetkan pada Desember 2019 akses jalan Sulawesi tersebut lebih lebar. “Sehingga tidak lagi macet seperti biasanya,”katanya, Kamis (14/11).

Pemkot akan memusatkan pemotongan unggas di Rumah Potong Hewan (RPH) agar ayam yang dijual di tengah kota sudah dalam keadaan bersih. “Dengan begitu, nantinya tidak ada kegiatan pemotongan hewan di tengah kota, khususnya di Pasar Keputran Selatan. Apalagi sampai membuang limbah pemotongan di sungai,”terangnya.

Sementara itu, Kasat Pol PP Irvan Widyanto saat dikonfirmasi mengatakan dalam penertiban ini sudah disosialisikan sejak setengah tahun yang lalu.  "Kita sosialisaikan pelan-pelan, akhirnya para pedagang menyadari. Makanya hari ini kami lakukan (penertiban,Red)," kata Irvan Widyanto .

Irvan menambahkan selain akan digunakan untuk pelebaran Jalan Sulawesi, penertiban juga untuk menunjang revitaliasi Sungai Kalimas. Sebab pemkot berencana akan mempercantik kawasan sungai Kalimas.  "

Ini juga untuk menunjang revitalisasi Sungai Kalimas. Karena jalan dibantaran sungai kini sudah di buatkan joging track,"terangnya.

Pasca penertiban ini, aktivitas para pedagang unggas tersebut ditampung ke sisi tengah pasar.  Pembongkaran stan semi permanen dilaksanakan sejak pagi. Salah satu pedagang, Slamet yang sudah berjualan selama 20 tahun, mengatakan bahwa penertiban itu sudah enam bulan yang lalu sudah imbauan dengan kesepakatan semua pedagang akhirnya semua sepakat.

“Itu (sosialisasi,Red) sudah setengah tahun sudah diumumkan mas. Ya mau gimana lagi mas, ini untuk kepentingan pelebaran jalan katanya, jadi ya setuju saja,” katanya saat ditemui Radar Surabaya.

  Sementara itu Direktur Teknik Dan Usaha PD Pasar Surya, Muhibuddin mengatakan jika  puluhan lapak pedagang unggas di Pasar Keputran Selatan akan dipindahkan ke belakang dan tidak berdekatan dengan jalan raya.  

"Nanti akan dipindahkan kebelakang (pasar), ya mungkin harapannya bisa berkurang (bau,Red),seteleh mepet jalan pindah kebelakang," kata Muhibuddin.

Muhibuddin mengakui, secara aturan memang tidak diperbolehkan, pedagang melakukan pemotongan unggas langsung diarea pasar. "Jadi diperdanya memang seperti itu (dilarang,Red). Tapi kita ambil jalan tengahnya, sambil Pemerintah Kota  bisa menyiapkan (lahan,Red). Karena ini  mau nggak mau, ini kebutuhan masyarakat, kalau tidak ada pemotongan terus mau dimana," jelasnya. (rmt/rud)

(sb/rmt/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia