Minggu, 15 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Surabaya

Pasokan Solar Menipis, Sopir Truk Berhenti Operasi karena BBM Habis

15 November 2019, 16: 08: 33 WIB | editor : Wijayanto

TERTIB: Sejumlah kendaraan antre membeli solar di salah satu SPBU di kawasan Margomulyo, Surabaya.

TERTIB: Sejumlah kendaraan antre membeli solar di salah satu SPBU di kawasan Margomulyo, Surabaya. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Terpantau sejak Kamis (14/11) malam terjadi kelangkaan solar di Surabaya, Gresik, Sidoarjo, Mojokerto dan Malang. Hal ini mengakibatkan banyaknya antrean kendaraan umum maupun pribadi di beberapa SPBU.

Ramai antrean truk yang mengular juga turut dirasakan oleh Suyoso. Dalam perjalanannya mengirim barang, supir truk berusia 44 tahun ini harus berhenti di SPBU Margomulyo karena bahan bakar kendaraannya telah habis. "Dari semalam di sini, tapi pasokan solar belum datang juga. Terpaksa nggak lanjut perjalanan," terangnya.

Tak hanya Suyoso, terpantau ada sekitar 30 truk yang mengantre bahan bakar minyak (BBM) jenis solar. Rata-rata mereka mengeluhkan kenapa pasokan solar belum datang juga ke SPBU. Pasalnya, dengan tidak adanya solar, otomatis perjalanan mereka tidak dapat berlanjut yang berujung pada keterlambatan pengiriman barang.

Menanggapi peristiwa tersebut, Unit Manager Communication and CSR Pertamina MOR V Jatimbalinus Rustam Aji menuturkan, pihaknya tidak melakukan pengurangan volume BBM. Namun, berdasarkan regulasi saat ini, solar merupakan produk penugasan, sehingga penyalurannya harus sesuai alokasi yang ditetapkan pemerintah.

"Khusus untuk Jenis BBM Tertentu (JBT) atau BBM bersubsidi dan Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) memang penyalurannya dilakukan berdasarkan kuota di setiap wilayah," tuturnya.

Menurut Rustam, alokasi BBM yang ditetapkan pemerintah telah mempertimbangkan jumlah pengguna yang menjadi sasaran subsidi dalam APBN. "Oleh sebab itu, bagi masyarakat pemilik kendaraan pribadi dan rumah tangga golongan mampu, kami menyediakan produk BBM jenis Pertamax Series dan Dex Series yang pasokannya mencukupi," terangnya.

Rustam mengungkapkan, alokasi solar yang ditetapkan untuk Jawa Timur pada tahun 2019 ini, total sebanyak 2.092.000 kilo liter. Sedangkan alokasi sampai akhir Oktober, seharusnya 1.742.000 kilo liter. Namun realisasi penyaluran sampai Oktober 2019 sudah mencapai 1.917.000 kilo liter.

"Sedangkan tingginya konsumsi BBM di Jawa Timur, membuat penyaluran BBM sudah melebihi kuota total tahun 2019," tuturnya.

Namun demikian, pihaknya tetap berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, dengan tetap mengacu pada ketentuan pemerintah. Pihaknya juga memastikan akan tetap melayani permintaan konsumen untuk menyalurkan BBM bersubsidi jenis solar. Meski harus diakui bahwa kondisi saat ini memang terjadi kelebihan kuota untuk solar tersebut. (cin/rud)

(sb/cin/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia