Minggu, 15 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Gresik

Tak Terima Dituding Selingkuh, Suami Pukuli Istri, Dilaporkan ke Polis

15 November 2019, 10: 19: 08 WIB | editor : Wijayanto

DIAMANKAN: Tersangka Langgeng Wijaya saat diamankan anggota Unit PPA Polres Gresik.

DIAMANKAN: Tersangka Langgeng Wijaya (tengah) saat diamankan anggota Unit PPA Polres Gresik. (YUDHI DWI ANGGORO/RADAR GRESIK)

Share this      

GRESIK – Penghuni kos di Desa Sukomulyo, Manyar, digegerkan dengan kisah rumah tangga Langgeng Wijaya, 27, dan istrinya Idayati Nurningtiyas. Pasalnya, lelaki asal Desa Setren, Kecamatan Ngasem, Bojonegoro itu tega menganiaya istrinya hingga harus berurusan dengan polisi. 

Informasi di lapanganmenyebutkan, kasus itu terjadi pada Mei 2019 lalu. Sekitar pukul 08.00, korban bersama anaknya berangkat dari Bojonegoro ke tempat kos pelaku di Desa Sukomulyo, Kecamatan Manyar.

Sekitar pukul 10.00, korban tiba di tempat kos itu. Namun, dia mendapati jaket perempuan hingga akhirnya disobek. Tidak lama, korban mendapat pesan whatsapp dari pelaku yang memberitahu kalau tidak masuk kerja karena sakit. Saat itu juga korban bertanya kepada pelaku terkait keberadaannya.

“Pelaku menjawabnya ada di kos. Padahal istrinya sudah ada di kos itu,” ujar salah satu penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Gresik.

Dua jam kemudian, pelaku pulang ke kos. Korban pun naik pitam dan terjadilah percekcokan hingga pelaku memukuli wajah sang istri dengan tangan kosong berkali-kali hingga tubuhnya jatuh ke lantai. “Setelah memukuli istrinya, pelaku kabur,” imbuhnya. Akibat kejadian tersebut, korban lapor ke Polres Gresik.

Kasatreskrim Polres Gresik AKP Panji P Wijaya membenarkan adanya laporan itu. Namun, proses penyelidikan membutuhkan waktu yang cukup lama. Mulai dari pemeriksaan korban dan sejumlah saksi. Kemudian, pelaku  juga tidak koperatif.

“Panggilan pertama pelaku tidak hadir,” ujar mantan Kasatreskrim Polres Banyuwangi itu. Tidak ada iktikad baik dari pelaku untuk diselesaikan secara kekeluargaan sehingga korban melanjutkan kasus tersebut.

Kini, tersangka sudah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Rutan Polres Gresik. Karena perbuatannya, tersangka terancam hukuman 5 tahun penjara. Pasal yang disangkakan adalah pasal 44 ayat (1) UU RI No 23/2004 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga.(yud/han/jay)

(sb/yud/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia