Minggu, 15 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Gresik

Peduli Lingkungan, PLN UP3 Gresik Lepas 50.000 Ikan di Kali Surabaya

15 November 2019, 03: 32: 13 WIB | editor : Wijayanto

JAGA EKOSISTEM: Manager PLN UP3 Gresik, Paultje Mangundap (kanan) didampingi Manager Bagian Kontruksi, Suwarno, Manager Administrasi SDM dan Keuangan, Aries M Noor dan Direktur Eksekutif Ecoton Prigi Arisandi melepas ribuan benih ikan ke Kali Surabaya.

JAGA EKOSISTEM: Manager PLN UP3 Gresik, Paultje Mangundap (kanan) didampingi Manager Bagian Kontruksi, Suwarno, Manager Administrasi SDM dan Keuangan, Aries M Noor dan Direktur Eksekutif Ecoton Prigi Arisandi melepas ribuan benih ikan ke Kali Surabaya. (M FIRMANSYAH/RADAR GRESIK)

Share this      

GRESIK - Sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan khususnya ekosistem sungai, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Gresik menggelar kegiatan restocking ikan.

Dalam kegiatan yang digelar di kawasan suaka ikan Kali Surabaya yang ada di Kecamatan Wringinanom, Gresik, ini PLN UP3 Gresik bekerja sama dengan Lembaga Kajian Ekologi dan Konservasi Lahan Basah (Ecoton). 

Acara itu selain diikuti manajemen PLN UP3 Gresik dan Ecoton juga dihadiri PLN UP3 Mojokerto, UP3 Surabaya Barat, UP3 Sidoarjo. Tidak ketinggalan, siswa SD Muhammadiyah 1 Wringinanom, perwakilan nelayan dan warga setempat juga berpartisipasi dalam pelepasan 50.000 benih ikan lokal di Kali Surabaya ini. 

CINTA LINGKUNGAN: Manager PLN UP3 Gresik, Paultje Mangundap menanam pohon mangga di bantaran Kali Surabaya.

CINTA LINGKUNGAN: Manager PLN UP3 Gresik, Paultje Mangundap menanam pohon mangga di bantaran Kali Surabaya. (M FIRMANSYAH/RADAR GRESIK)

Manager PLN UP3 Gresik, Paultje Mangundap mengungkapkan, adapun ikan yang dilepas di kali Surabaya di antaranya ikan Derbang, Nilem Merah dan Hitam, Muraganting dan Sengkaring.

Menurut Paul, dipilihnya Kali Surabaya sebagai target program PLN Peduli kali ini tidak lepas dari banyaknya fungsi sungai. Mulai untuk kebutuhan konsumsi aktivitas sehari-hari hingga kebutuhan pembangkit listrik.u

“Ada beberapa pembangkit yang dioperasikan PLN bersumber dari Tenaga Air atau PLTA yang berasal dari Daerah Aliran Sungai (DAS). Apabila ekosistem sungai banyak terganggu dapat menyebabkan debit air terus menurun dan tentunya akan menambah beban pemeliharaan dan kinerja pembangkit menjadi kurang optimal,” kata Paultje Mangundap.

Dikatakan, masyarakat seringkali melakukan eksploitasi secara besar-besaran yang mengakibatkan ekosistem sungai tidak seimbang. Misalnya menangkap ikan dengan peralatan yang dilarang hingga melakukan pencemaran limbah, baik rumah tangga atau industri.

Hal ini mendorong PLN UP3 Gresik tergerak untuk melakukan penyelamatan sungai. Salah satunya dengan cara melakukan restocking ikan atau menambah jumlah populasi ikan di Kali Surabaya. 

“Kita tidak ingin ikan asli di kali Surabaya ini punah. Untuk itu hari ini kami lepas 50.000 benih ikan agar populasinya semakin banyak. Hal ini menjadi wujud BUMN hadir untuk negeri,” tandasnya. 

Sementara itu, Direktur Eksekutif Ecoton, Prigi Arisandi memberikan apresiasi kepada PLN UP3 Gresik yang menunjukkan kepeduliannya terhadap ekosistem ikan di Kali Surabaya. Menurutnya, selama ini PLN telah berkomitmen untuk menjaga wilayah bantaran kali dengan tidak memberikan sambungan listrik kepada bangunan liar yang berdiri.

“Kami ucapkan terimakasih atas dukungan dan kerja samanya. Program ini tentu sangat bermanfaat bagi masyarakat khususnya bagi nelayan di Kabupaten Gresik, Sidoarjo, Mojokerto dan Kota Surabaya,” ungkap Prigi. 

Dijelaskan, jenis ikan di Kali Surabaya yang sudah menghilang adalah ikan areng-areng, paculan, lempit, meramas, bancer, cengor, dlunding, jelok, kadalan, tempel watu, dan Joko Lepo.

Selain itu juga ada ikan yang sudah jarang ditemui adalah ikan hampala, kebo gerang, palung, patin, uceng kadat, uceng pilek, dan sogok prono. 

“Kami berharap kegiatan restocking ikan di kali Surabaya ini bisa menjadi agenda rutin di setiap tahunnya. Sebab, banyak sekali ikan lokal yang sudah menghilang atau jarang ditemui,” jelasnya.   

Di akhir acara PLN dan Ecoton melakukan penanaman 30 pohon produktif seperti mangga, belimbing, rambutan dan nangka.

Selain itu juga meresmikan fasilitas papan edukasi agar tidak menangkap ikan dengan setrum listrik serta memberikan bantuan pemeliharaan ekosistem kali Surabaya senilai Rp 20 juta. (fir/han)

(sb/fir/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia