Minggu, 08 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Tutupi Wajah Saksi Kasus Prostitusi Online Putri Amelia Pakai Masker

15 November 2019, 09: 00: 59 WIB | editor : Abdul Rozack

Saksi IS dengan mengenakan masker, saat menghadiri pemeriksaan di Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jatim, Kamis (14/11)

Saksi IS dengan mengenakan masker, saat menghadiri pemeriksaan di Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jatim, Kamis (14/11) (GINANJAR ELYAS SAPUTRA/RADAR SURABAYA)

Share this      

Penyidik Jatanras Ditreskrimum Polda Jawa Timur (Jatim) melakukan pemerikasaan terhadap saksi kasus prostitusi online yang diduga melibatkan eks Putri Pariwisata Indonesia Putri Amelia Zahraman alias PA. Saksi berinisial IS ini berusaha menutupi wajahnya dengan masker agar tidak menjadi konsumsi media.

Ginanjar Elyas Saputra/Wartawan Radar Surabaya 

Kanit Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim, AKP Mohammad Aldy Sulaiman menjelaskan, dirinya melakukan pemeriksaan terhadap saksi berinisial IS. Didalam ruangan, IS dicecar 17 pertanyaan mengenai kasus tersebut. 

“IS diperiksa pada pukul 15.00 WIB. Kalau kita lihat di identitas yang bersangkutan, saksi ini profesinya swasta,” kata AKP Aldy, kemarin (14/11).

Saksi datang bersama kerabat dekatnya untuk menjalani pemeriksaan sebagai saksi dalam kasus prostitusi online ini. Saat awak media menanyakan pada AKP Aldy, terkait peranan saksi sebagai mucikari atau peran lainnya, pihaknya belum bisa memastikan . Lantaran saksi IS masih sedang dalam pemeriksaan lebih lanjut.

Data nama IS sendiri, diperoleh pihak kepolisian berdasarkan informasi dari tersangka J dan S. AKP Aldy menjelaskan, usai menerima informasi tersebut, kemudian pihaknya melakukan pemanggilan terhadap dua saksi yaitu IS dan A.

“Iya, benar. Kemarin kami panggil dua orang orang saksi. Alhamdulilla saksi IS sangat koperatif dan datang untuk menjalani pemeriksaan. Sedangkan yang satu tidak datang, kemungkinan kami akan layangkan pemanggilan ulang. A ini laki-laki,” jelasnya. 

Sementara itu selaku saksi, IS mengaku hanya sekadar tahu dengan Sony Dewangga dari sosial media (Sosmed). “Ya saya cuma tahu saja. Cuma itu saja sih. Tidak pernah kenal juga, yang J juga tidak kenal,” ucapnya. 

Sebelumnya, penyidik Polda Jatim telah melayangkan surat pemanggilan IS dan bos mucikari berinisial D sejak pekan lalu, untuk dijadwalkan menjadi saksi pada Senin. Namun, karena alasan sibuk, keduanya meminta polisi untuk menjadwalkan ulang pemeriksaan.

Dalam kasus ini, Polda Jatim telah menetapkan dua orang mucikari Putri Amelia bernama Soni Dewangga dan J sebagai tersangka. Keduanya dijerat Pasal 209 KUHP dan Pasal 506 KUHP karena telah mengambil keuntungan dari proses prostitusi online. 

Sementara itu, Putri yang ikut terlibat dalam kasus esek-esek itu kembali dipulangkan setelah dilakukan pemeriksaan. Dalam kasus ini, Putri hanya dikenakan wajib lapor. (*/rud)

(sb/gin/jek/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia