Jumat, 06 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Henry Basis Boomerang Diganjar 1,4 Tahun Penjara

14 November 2019, 23: 04: 57 WIB | editor : Abdul Rozack

MENYESAL: Hubert Henry usai divonis di PN Surabaya , Kamis (14/11).

MENYESAL: Hubert Henry usai divonis di PN Surabaya , Kamis (14/11). (GINANJAR ELYAS SAPUTRA/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Ketua mejelis hakim Anner Rusiana menjatuhkan putusan terhadap terdakwa Hubert Henry, Basis Grup Band Boomerang dengan hukuman penjara selama satu tahun empat bulan. Terdakwa dianggap terbukti melanggar pasal 127 Ayat (1) huruf a UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika. 

Dia pun terlihat santai saat mendengarkan tuntutan tersebut di dalam ruang sidang Garuda 1 Pengadilan Negeri (PN) Surabaya. “Menjatuhkan pidana penjara kepada saudara Hubert Henry selama satu tahun empat bulan dan dikurangi terdakwa selama ditahan,” ujar Hakim Anne saat membacakan amar putusan di Pengadilan Negeri Surabaya, Kamis (14/11). 

Hal yang memberatkan terdakwa yaitu alibi narkotika jenis ganja yang digunakan untuk pengobatan tidak ada izin dari dokter. Sedangkan hal yang meringankan terdakwa mengakui perbuatannya. 

Vonis ini lebih ringan dari tuntutan JPU yang menuntut Henry dengan hukuman penjara selama dua tahun. Menanggapi putusan itu, kedua belah pihak baik dari JPU maupun Henry mengaku pikir-pikir. 

Diketahui, Henry membeli dua paket narkotika jenis ganja kepada saksi Micahel Amos (berkas terpisah, Red) dengan harga Rp 400 ribu. Setelah itu, narkotika jenis ganja tersebut diserahkan oleh Michael  ke rumah terdakwa Henry.

Namun, keesokan harinya petugas kepolisian dari Polrestabes Surabaya menangkap terdakwa saat tidur di rumahnya. Dari penggeledah ditemukan barang bukti berupa dua paket ganja dengan berat kotor 6,70 gram beserta satu kertas paper yang ditemukan di atas genteng rumah terdakwa.

Atas putusan tersebut, terdakwa Henry menilai vonis tersebut objektif. Karena dirinya juga mengakui kesalahannya yang hanya sebagai seorang pemakai. “Saya bukan pemakai, bandar, atau pun penjual. Saya menggunakan ganja untuk hal yang positif, bayak kok literatur soal ganja yang digunakan untuk obat,” ucapnya.  (gun/rud)

(sb/gun/jek/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia