Sabtu, 14 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Lifestyle Surabaya

Pameran Foto Ruang Juang, Sorot Sosok Pahlawan secara Berbeda

14 November 2019, 08: 00: 59 WIB | editor : Abdul Rozack

PEJUANG DI BIDANGNYA: Seorang pengunjung galeri mengamati salah karya foto yang dipamerkan dalam pameran Ruang Juang di Galeri Paviliun House of Sampo

PEJUANG DI BIDANGNYA: Seorang pengunjung galeri mengamati salah karya foto yang dipamerkan dalam pameran Ruang Juang di Galeri Paviliun House of Sampoerna, Rabu (13/11). (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Pahlawan di era modern disajikan dalam 28 karya foto di pameran foto bertajuk Ruang Juang yang digunakan sebagai media untuk menuangkan ragam cerita, jasa, maupun makna. Hal ini menjadikan pahlawan memiliki arti dan eksistensi yang tidak terbatas ruang dan waktu. 

Menurut Ketua Pameran Foto Ruang Juang Diaz Ainur, pahlawan tidak melulu seseorang yang mempertaruhkan nyawa. Maupun seseorang dengan kemegahan atau cerita heroik. "Oleh karena itu, pameran ini menampilkan sosok pahlawan yang lain. Bisa suatu hal lain, profesi, benda maupun sifat dari sesorang yang diangkat sebagai pahlawan," terangnya di Galeri Paviliun House of Sampoerna Surabaya, Rabu (13/11). 

Diaz menjelaskan, misalnya pahlawan yang dielukan masyakat namun bukan berperang di medan perang, seperti aktivis hak asasi manusia (HAM) Munir, tokoh buruh Marsinah, maupun Wiji Tukul. “Tak berperang melawan penjajah, namun mereka mendapat predikat pahlawan di bidangnya masing-masing,” jelasnya.

Ada pula pahlawan yang direpresentasikan melalui wujud benda. Terdapat sebuah foto mur, baut dan isi stepler. "Pahlawan itu kan orang yang bisa menyatukan. Nah sosok yang bisa menyatukan ini bisa direpresentasikan dengan benda-benda ini," ujarnya. 

Diaz berharap, keinginan untuk menyampaikan bahwa gambaran lain dari pahlawan ini dapat diterima oleh para pengunjung. "Karena pahlawan saat ini adalah mereka yang mampu memberikan impact terhadap sekitarnya," imbuhnya. 

Pameran foto Ruang Juang ini menampilkan karya foto dari 28 peserta yang berasal dari Airlangga Photography Society (APS) dan Unit Kegiatan Mahasiswa Fotografi (UKAFO) ITS. 

Manager House of Sampoerna Rani Anggraini menambahkan, melalui pameran ini pihaknya berharap generasi muda mampu memaknai dan menjadi pahlawan bagi lingkungan sekitarnya. (cin/nur)

(sb/cin/jek/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia