Minggu, 15 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Usai Dieksekusi, Astranawa Jadi Gedung Gus Dur

13 November 2019, 18: 10: 31 WIB | editor : Wijayanto

Usai Dieksekusi, Astranawa Jadi Gedung Gus Dur

SURABAYA - Gedung Astranawa di Jalan Gayungsari Timur VIII-IX, Surabaya, akhirnya dikosongkan kemarin pagi. Sekitar seribu personel gabungan TNI, Polri, Satpol PP, dan Linmas mengamankan jalannya pengosongan gedung yang kini dikuasai DPW PKB Jatim itu.

sejak pukul 06.00 ratusan aparat sudah siaga di Gedung Astranawa. Mereka menunggu kedatangan petugas Pengadilan Negeri Surabaya yang akan melakukan eksekusi. Tindakan hukum itu dilakukan setelah Mahkamah Agung (MA) dalam putusan kasasinya memenangkan gugatan PKB Jatim atas Choirul Anam. 

Pengosongan yang dimulai pada pukul 08.30 WIB, Rabu (13/11) tersebut berlangsung aman, lancar, dan tertib. Walaupun ada beberapa orang yang mencoba melakukan penolakan. Wakapolrestabes Surabaya AKBP Leonardus Simarmata yang berada di lokasi mengatakan, pihaknya hanya melakukan tindakan preventif untuk mengawal pelaksanaan eksekusi.

(SURYANTO/RADAR SURABAYA)

"Kami bukan mengamankan, tapi hanya menenangkan saja. Tidak ada upaya paksaan apa pun. Itu karena ada emosi sedikit saja. Jadi, tidak ada penangkapan," kata AKBP Leonardus.

Ribuan personel tampak berjajar di sepanjang jalan hingga di depan Gedung Astranawa. Eksekusi ini berawal dari sengketa kepemilikan antara Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dengan mantan ketua PKB Jatim Choirul Anam.

Sengketa tersebut akhirnya dimenangkan DPW PKB Jatim, mulai dari peradilan tingkat pertama di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya hingga kasasi di Mahkamah Agung (MA) dengam putusan kasasi Nomor 743 K/Pdt/2018 tanggal 23 April 2018.

Dalam amar putusannya, hakim kasasi MA menyatakan, PKB selaku pemohon dalam perkara perdata ini sebagai pemilik sah Gedung Astranawa dengan lahan seluas 3.819 meter persegi. Juru Sita PN Surabaya Djoko Soebagyo menjelaskan, pelaksanaan ekseskusi ini dilakukan berdasarkan penetapan Ketua PN Surabaya atas putusan MA RI Nomor Agung RI No 743 K/Pdt/2018.

"Pemohonnya Otman Ralibi selaku kuasa hukum dari PKB. Sedangkan termohonnya atas nama Choirul Anam. Putusan perkaranya sudah memiliki kekuatan hukum tetap atau inkracht," kata Djoko.

Usai membacakan penetapan eksekusi, pihak juru sita melakukan pengosongan barang-barang yang ada didalam gedung bercorak hijau tersebut. "Kami keluarkan dulu barang-barangnya, selanjutnya kami pindah ke lokasi di depan Graha Astranawa sesuai permintaan termohon, ucapnya.

Di lokasi yang sama, Wakil Ketua DPW PKB Jatim Anik Maslacha memuji sikap Choirul Anam alias Cak Anam yang telah berlapang dada menerima pelaksanaan eksekusi kemarin pagi. "Akhirnya, kami bisa menempati kantor DPW PKB Jatim. Terima kasih kepada semua pihak yang telah ikut berproses dalam keberhasilan Astranawa ini dengan sejuk dengan kondusif. Kami memberikan apresiasi yang luar biasa kepada Bapak Choirul Anam atas pengertian dan kelegawaanya," katanya.

Anik memastikan bahwa Gedung Astranawa akan menjadi kantor DPW PKB Jatim. Dia menegaskan, gedung tersebut bukan milik perseorangan. Selain itu, dijadikan kantor DPC PKB Kota Surabaya, PMII, dan badan otonom lain yang berada di bawah Nahdlatul Ulama (NU).

Setelah Graha Astranawa kosong, masih kata Anik, pihaknya akan melakukan pembenahan dan akan memasang papan nama dan bendera PKB di bagian depan gedung. Juga digelar istigotsah selama 10 hari berturut turut. "Kantor ini nantinya diberi nama Gedung Gus Dur," katanya. (gin/rek)

(sb/gin/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia