Jumat, 06 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Surabaya

Momen Akhir Tahun Kerek Industri MICE

13 November 2019, 17: 13: 42 WIB | editor : Wijayanto

PEAK SEASON: Penyelenggaraan pameran di Surabaya beberapa waktu lalu. Selain pusat perbelanjaan dan pariwisata, potensi industri MICE saat akhir tahun

PEAK SEASON: Penyelenggaraan pameran di Surabaya beberapa waktu lalu. Selain pusat perbelanjaan dan pariwisata, potensi industri MICE saat akhir tahun dinilai cukup bagus. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Asosiasi Perusahaan Penyelenggara Pameran Seluruh Indonesia (Asperapi) mengklaim industri meeting, incentive, convention, and exhibition (MICE) di Jawa Timur (Jatim) semakin menggeliat pada triwulan akhir 2019. Pasalnya, di tiga bulan terakhir ini kalangan pemerintah dan korporat sudah mulai menggelontorkan anggarannya untuk berbagai event bisnis.

Menurut Ketua Asperapi Jatim Yusuf Karim Ungsi, hal itu otomatis membuat pelaku event organizer (EO) atau penyelenggara pameran mendapat banyak keuntungan. Yusuf menuturkan, setiap tahunnya peak season MICE memang selalu terjadi mulai pertengahan Oktober hingga awal Desember.

Sebab, kegiatan gathering perusahaan seperti outbound, rapat kerja untuk proyeksi tahun depan, pameran bisnis, serta event business matching yang dilakukan pemerintah dan melibatkan eo memang banyak dilaksanakan jelang akhir tahun. "Siklus dari dulu memang seperti itu karena anggarannya sudah ada," ungkap Yusuf.  

Yusuf juga memaparkan, industri MICE sebenarnya masuk dalam kategori pariwisata. "Tourism itu ada dua macam. Pertama, leisure atau travelling dan kedua bisnis tourism seperti MICE ini," ujarnya.

Menurut Yusuf, dalam satu tahun sudah ada timeline kapan leisure meningkat dan juga kapan MICE menggeliat. Mulai akhir Desember hingga Januari, leisure mengalami peningkatan cukup signifikan. Sebab memasuki momen libur akhir tahun.

"Kemudian pertengahan tahun leisure naik lagi didorong oleh liburan sekolah dan Lebaran, MICE-nya juga naik tapi tidak terlalu signifikan. Baru mulai Oktober itu puncaknya bisnis MICE. Kenaikan revenue kami di kuartal akhir bisa mencapai 20-30 persen dibanding bulan-bulan sebelumnya," tegasnya.

Menurut Yusuf, sebenarnya pasar MICE di Surabaya sudah terbentuk. Sebab, jumlah venue pameran dan juga hotel di Kota Pahlawan ini tidaklah sedikit. Selain itu juga diiringi dengan fasilitas yang lengkap. Pihaknya berharap agar Pemerintah Provinsi (Pemrov) Jatim lebih agresif lagi menyelenggarakan berbagai event menarik agar industri MICE dapat semakin masiv pertumbuhannya.

Selain itu, dengan menjadi kota MICE, tentu akan berdampak pada peningkatan pendapatan daerah dan menimbulkan multiplier effect bagi perekonomian.

"Lewat event MICE, pasti akan mendatangkan orang ke Jatim. Mereka pasti stay sehingga okupansi hotel dan perdagangan bisa meningkat. Yang perlu digarisbawahi, industri MICE tidak mungkin dijalankan sendiri. Namun dibutuhkan kerja sama lintas stakeholder," pungkasnya. (cin/opi)

(sb/cin/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia