Jumat, 06 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Surabaya

APPBI Agresif Genjot Okupansi Mal di Surabaya

13 November 2019, 17: 03: 24 WIB | editor : Wijayanto

Ilustrasi

Ilustrasi (DOK/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Jawa Timur terus agresif menggenjot tingkat okupansi mal-mal di Surabaya. Ketua APPBI Jatim Sutandi Purnomosidi menuturkan, hingga akhir tahun 2019, angka okupansi ditargetkan bisa mencapai 97 persen.

Saat ini, tingkat keterisian tenant di berbagai pusat perbelanjaan di kota pahlawan rata-rata telah mencapai 94 persen. Mayoritas diisi oleh tenant fashion, food & beverage (F&B), beauty, dan gadget.

"Berbicara okupansi sebenarnya tergantung masing-masing mal itu sendiri. Tapi kami harap pusat perbelanjaan di Surabaya bisa menyentuh angka average 97 persen lewat berbagai strategi yang telah kami siapkan," terangnya di Surabaya.

APPBI telah menyiapkan beberapa upaya dalam meningkatkan okupasi mal. Salah satunya dengan agresif menarik pemain online supaya mau go offline. Sutandi menjelaskan, sektor yang memiliki potensi besar untuk bisa diajak mengembangkan pasar offline adalah fashion.

"Selain itu, saat ini pengusaha fashion online tidak hanya fokus jualan di dunia maya saja, tetapi juga gencar ekspansi buka toko offline demi mendekatkan diri ke konsumen," ungkapnya.

Meskipun berjualan pakaian via daring sudah sangat menguntungkan, namun menurut Sutandi, pelaku bisnis fashion tetap harus memiliki gerai offline. Yang bisa didatangi konsumen setiap waktu. "Sebab, kalau masyarakat, terutama milenial, beli baju bisa lihat fisiknya langsung dan bisa dicoba pasti mereka akan lebih percaya dan nyaman," ujarnya.

Oleh karena itu, saat ini sudah mulai banyak perintis-perintis usaha clothing yang berani buka outlet di dalam mal demi mendekatkan diri ke pasar. Memang diakui Sutandi, secara persentase perkembangannya belum terlalu signifikan. Namun tren ke arah sana sudah mulai terbaca.

"Demi mengakomodir perkembangan tersebut, kami kini tengah fokus memberikan ruang yang sama kepada pelaku bisnis online untuk membuka gerai di dalam pusat perbelanjaan. Manfaatnya besar kalau startup berani buka outlet di mal. Selain bisa membuat pasar mereka berkembang, hal ini juga mampu untuk semakin menggairahkan ritel fashion," urai Sutandi. (cin/nur)

(sb/cin/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia