Minggu, 15 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

IDB Siap Bantu Pembangunan Jalur Lintas Selatan

13 November 2019, 16: 32: 17 WIB | editor : Wijayanto

Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak

Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak (DOK/RADAR SURABAYA)

Share this      

Surabaya –  Pembangunan Jalur Lintas Selatan (JLS) Jatim yang mulai digagas oleh Gubernur Imam Utomo sejak 2002 lalu, hingga saat ini masih belum tuntas. Pembangunan Jalan Lintas Selatan (JLS) saat ini telah terbangun sepanjang 379,52 kilometer.

Jalur Lintas Selatan (JLS)  merupakan jalan raya  yang dibangun untuk menghubungkan wilayah Banyuwangi hingga Pacitan. Ada beberapa wilayah yang belum tersentuh sama sekali pembangunannya seperti Blitar. Jalur ini melewati beberapa wilayah seperti Jember, Lumajang, Malang, Trenggalek, dan Tulungagung.

Rencananya, JLS yang belum terbangun sepanjang 300,60 kilometer akan diselesaikan melalui mekanisme pendanaan atau loan dari Islamic Development Bank (IDB) sepanjang 71,685 kilometer. Meskipun nantinya masih tersisa sepanjang 228,915 kilometer.

 “Pendanaannya melalui IDB untuk meyambungkan beberapa titik. Seperti pembangunan Pelabuhan Prigi yang disambungkan ke Tulungagung juga menggunakan dana dari IDB,” ujar Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak.

Pendanaan IDB ini menjadi salah satu solusi. Namun belum cukup menyambungkan sisa JLS yang mencapai 228,915 km. Pemprov Jatim membutuhkan pemetaan lebih kongkret lagi agar sisa itu bisa tersambung seluruhnya.

Rencana paling nyata, lanjut Emil, memaksimalkan jalan yang sudah ada di wilayah Selatan. Pemanfaatan jalur provinsi maupun nasional diharapkan bisa menyambungkan JLS.

“Kami memiliki solusi jangka pendek karena biaya tinggi. Rencananya kami mengoptimalkan jalan eksisting,” ungkapnya. Hanya saja, jalur yang sudah ada ini membutuhkan perbaikan-perbaikan.

Emil mencontohkan jalur dari Kabupaten Malang menuju Lumajang melalui Dampit. Jalur tersebut sudah ada, namun butuh perbaikan dan pelebaran secara menyeluruh. Termasuk jalur Jember-Lumajang juga perlu penambahan ruas.

“Makanya Jatim fokus bagaimana jalan provinsi yang ada sekarang dibenahi dulu,” kata Emil.

Langkah terdekat, sebut Emil, yakni melakukan pengerasan bahu jalan. Harapannya bisa menolong kelancaran arus lalu lintas barang dan jasa di tengah keterbatasan anggaran.

Terpisah Kepala Dinas PU Binas Marga Jatim, Gatot Sulistyo Hadi mengatakan akan terus melakukan pemetaan pembaruan untuk meminimalisasi pembiayaan. Mengingat susahnya medan di wilayah Selatan Jawa Timur.

“Ada jalur yang melewati muara, yang membutuhkan jembatan sepanjang 1 kilometer. Itu kan sangat memberatkan,” kata Gatot.

Gatot tidak menampik kemungkinan menggabungkan antara jalan arteri dengan JLS. Seperti di Kabupaten Malang, jalan lingkar selatan akan bertemu dengan jalur arteri di Turen. Rekayasa dan kemungkinan seperti itu menjadi salah satu solusi.

Kordinasi secara periodik antar stakeholder diharapkan penyelesaian JLS dapat segera tercapai. Dengan terbangunnya konektivitas wilayah utara, tengah dan selatan Jatim, maka akses antar wilayah menjadi lebih efektif dan efisien.(rmt/rak)

(sb/rmt/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia