Minggu, 15 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Politik Sidoarjo

BK DPRD Sidoarjo Perketat Disiplin, Enam Kali Bolos Siap-Siap Di-PAW

13 November 2019, 04: 41: 10 WIB | editor : Wijayanto

DISIPLIN: Anggota DPRD Sidoarjo saat rapat paripurna masih banyak yang bolos.

DISIPLIN: Anggota DPRD Sidoarjo saat rapat paripurna masih banyak yang bolos. (DOK/JAWAPOS)

Share this      

SIDOARJO - Anggota DPRD Sidoarjo sudah dilantik sejak 21 Agustus lalu. Kini umurnya sudah mencapai tiga bulan sejak anggota legislatif itu dilantik. Anggota dewan pun mulai bekerja. Mulai dari rapat Paripurna, kunjungan kerja, rapat komisi, rapat fraksi hingga membentuk panitia khusus (Pansus).

Kendati demikian, kedisplinan anggota dewan terus dipantau oleh anggota Badan Kehormatan (BK) DPRD Sidoarjo.

Ketua BK DPRD Sidoarjo M Nizar mengatakan, walau masih berumur jagung, pihaknya terus melakukan pemantauan terhadap tingkat kehadiran anggota dewan dalam setiap agenda wajib.

“Kami memang untuk periode ini masih terus memantau,” katanya kepada Radar Sidoarjo.

Menurut dia, peraturan kedisiplinan bagi seluruh anggota dewan itu sudah dibahas dalam tata tertib (tatib) DPRD Sidoarjo. Dalam tatib itu, siapa saja anggota dewan yang tidak hadir tanpa alasan yang jelas selama empat kali berturut-turur, pihaknya akan melayangkan surat ke fraksi yang bersangkutan.

Surat tersebut akan dikirim BK ke fraksi dimana anggota dewan itu bernanung. Surat itu menjelaskan menyangkut kedispilinan salah saggota fraksinya di DPRD Sidoarjo.

Bahkan jika sampai enam kali juga masih membolos, maka anggota dewan yang dimaksud akan dilakukan Pergantian Antar Waktu (PAW).

“Tidak pandang bulu, termasuk jika nantinya adalah pimpinan dewan,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya akan terus melakukan pemantauan langsung terhadap absensi kehadiran anggota dewan dalam setiap agenda wajib, seperti Paripurna. Jika nantinya di absensi tercantum namun tak ada di tempat, maka otomatis dicoret.

Tak tanggung-tanggung, jika nantinya dalam setiap kali paripurna terdapat beberapa agenda, maka absen akan dihitung berdasarkan jumlah agenda, buka paripurna.

Nizar mencontohkan, jika dalam setiap Paripurna ada empat agenda, maka setiap agenda akan dihitung absen kehadiran anggota.

“Namun hingga saat ini, masih belum ada yang membolos empat kali bahkan enam kali berturut-turut,” ujarnya. (far/nis)

(sb/far/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia