Senin, 20 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Museum Pendidikan Diresmikan Saat Hari Guru

13 November 2019, 08: 00: 59 WIB | editor : Abdul Rozack

TINGGAL FINISHING: Salah satu sudut Museum Pendidikan. Museum ini akan diresmikan bertepatan dengan hari guru 25 November nanti.

TINGGAL FINISHING: Salah satu sudut Museum Pendidikan. Museum ini akan diresmikan bertepatan dengan hari guru 25 November nanti. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Peresmian Museum Pendidikan yang terletak di Jalan Genteng Kali terus dikebut pembangunannya. Meski menurut jadwal museum akan diresmikan pada Hari Pahlawan 10 November, namun kali ini molor dari jadwal. 

Menurut Kabid Pembangunan Gedung Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang (DPRKPCKTR) Iman Krestian, bangunan museum sudah hampir rampung. Namun, ia mengaku bahwa masih ada beberapa pengerjaan yang belum selesai, lantaran harus menyesuaikan dengan arsitektur bangunan era kolonial. "Secara struktur bangunan sudah selesai, tinggal finishing dikit-dikit saja," kata Iman saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (12/11). 

Iman mengungkapkan, belum rampungnya proses renovasi bangunan membuat peresmian Museum Pendidikan tertunda. Karena alasan itu, peresmian Museum Pendidikan akan diundur  menjadi 25 November nanti, bertepatan dengan Hari Guru. "Interior sudah masuk, target utama sih tanggal 10 November pada Hari Pahlawan. Tapi, sepertinya Ibu Wali Kota (Tri Rismaharini, Red) punya ide yang lebih baik. Sepertinya akan (diresmikan, Red) bertepatan dengan Hari Guru 25 November. Jadi ini targetnya (peresmian, Red) mundur," ungkapnya

Kendala dalam penyelesaian renovasi gedung museum itu karena sulitnya mencari bahan material dengan motif era kolonial. Selain itu, pihaknya masih mencari tahu perjalanan gedung itu pernah digunakan untuk apa saja selain sekolah. Karena itu, ia juga sedang mencari literatur sejarah tentang penggunaan museum itu di masa pra kemerdekaan.

Iman menambahkan, pengadaan material untuk merenovasi gesung eks Sekolah Taman Siswa itu menghabiskan dana Rp 1 miliar. Anggaran itu, menurutnya, diambil dari beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD), seperti Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, DPRKPCKTR, dan lembaga lain di Pemkot Surabaya. Konsep gedung bekas peninggalan kolonial Belanda yang dibangun antara tahun 1910-1913 itu akan dilengkapi dengan ruang serba guna, ruang matematika, ruang publik, kantin dan juga terkoneksi dengan Taman Ekspresi, serta pemandangan Sungai Kalimas. "Kami juga pastikan semua area museum dilengkapi dengan cctv. Untuk lahan parkir sudah dibanguan oleh Dishub di dekat taman (Taman Ekspresi, Red)," tutur Iman. 

Sementara itu Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surabaya Antiek Sugiharti mengatakan, Museum Pendidikan ini akan diisi 800 barang bersejarah lintas masa. Mulai dari masa pendidikan prasejarah sampai pendidikan masa kini. "Nanti akan diisi oleh sekitar 800 koleksi, penataannya kami bikin storyline dan ditata sesuai kategori, ada tekniknya, teman-teman tim museum yang ahli itu,"pungkasnya. (rmt/nur)

(sb/jpg/jek/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia