Minggu, 15 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya
Gara-gara Chattingan WA dengan Janda

Cekcok dengan Istri, Hidup Pria Ini Berakhir Tragis

12 November 2019, 17: 20: 55 WIB | editor : Wijayanto

EVAKUASI: Petugas membawa jenazah Agung Wibowo di Jalan Manyar Sambongan Nomor 48, Gubeng.

EVAKUASI: Petugas membawa jenazah Agung Wibowo di Jalan Manyar Sambongan Nomor 48, Gubeng. (GUNTUR IRIANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Seorang pria ditemukan tewas gantung diri di halaman belakang rumahnya di Jalan Manyar Sambongan 48, Gubeng. Jasad Agung Wibowo, 22, tergantung di halaman belakang rumahnya dengan seutas kabel telepon.

Korban diduga nekat mengakhiri diri secara tragis. Diduga, karena ada masalah dengan sang istri. Warga setempat geger mengetahui kejadian itu. Orang tua dan istri korban pun syok dan terus menangis saat jenazah korban diidentifikasi kepolisian.

Informasi yang dihimpun Radar Surabaya, awalnya korban tidak menunjukkan tanda-tanda ada masalah. Sekitar pukul 10.00, korban sempat keluar ke warung untuk bercengkerama dengan tetangganya.

Setelah itu, ia terlihat berbicara dengan ibunya dan masuk ke dalam rumahnya. Namun, sekitar pukul 11.00 korban tidak kelihatan keluar kamarnya. Padahal, saat itu ia harus berangkat kerja sebagai waiter.

"Saat itu ibu korban mencarinya di kamar, tapi tidak ditemukan," kata salah seorang tetangga korban yang enggan disebut namanya.

Setelah mencari cukup lama, ibu korban menemukan sang anak sudah tergantung dengan seutas kabel yang melilit lehernya. Sang ibu menjerit dan warga berdatangan setelah mendengar kabar jika ada pria yang gantung diri. Korban tanpa baju dan menggunakan celana panjang hitam.

Diduga, korban naik menggunakan meja kayu, kemudian melilitkan kabel telepon ke lehernya dan merusak meja tersebut. "Dugaan sementara, korban naik meja atau kursi kayu tersebut untuk bunuh diri," kata Kapolsek Gubeng Kompol Naufil Hartono.

Naufil mengatakan, sang istri sempat cekcok dengan suaminya pada pagi hari sebelum kejadian tragis itu. Saat itu, sang istri menemukan ada chat korban dengan seorang wanita yang diketahui berstatus janda. Korban mengatakan bahwa ponselnya sempat dipinjam temannya untuk menghubungi wanita di WA tersebut.

"Saat itu masalahnya sudah selesai. Tapi, mungkin korban ini pemikir sehingga nekat bunh diri. Dari keterangan saksi, suaminya sudah kedua kalinya coba bunuh diri. Yang pertama gagal karena ketahuan keluarganya," tutur Naufil.

Sekitar pukul 14.00, jenazah korban selesai diidentifikasi oleh tim Inafis Polrestabes Surabaya. Selanjutnya, dibawa ke RSUD dr Soetomo. Keluarga korban, terutama sang ibu dan istri, masih syok karena kejadian tersebut. Apalagi korban punya anak yang baru berusia 1,5 tahun.

"Dari pemeriksaan, tanda-tandanya memang bunuh diri. Kami tidak menemukan ada tanda kekerasan pada tubuh korban," tegas Naufil. (gun/rek)

(sb/gun/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia