Jumat, 06 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Pejambret Belia Dicokok, Modusnya Keroyok Korban

12 November 2019, 16: 10: 53 WIB | editor : Wijayanto

DIINTEROGASI: Kapolsek Sukomanunggal Kompol Muljono (kanan) saat menginterogasi tersangka.

DIINTEROGASI: Kapolsek Sukomanunggal Kompol Muljono (kanan) saat menginterogasi tersangka. (ISTIMEWA)

Share this      

SURABAYA - Tim Anti Bandit Polsek Sukomanunggal meringkus komplotan pejambret belia dan seorang penadah. Tersangka, NAM, 15, warga Dukuh Pakis, AF, 17, warga Dukuh Pakis, Sefian Adi Saputro, 18, warga Jalan Dukuh Pakis VI A, dan Agung Joko Supratikto, 35, warga Jalan Dukuh Pakis VI-A, Surabaya.

“Mereka kami tangkap setelah menjambret HP milik FF, remaja asal Jalan Putat Jaya C Timur III,” ujar Kapolsek Sukomanunggal Kompol Muljono melalui Kanit Reskrim Ipda M Roqib.

Aksi perampasan itu dilakukan NAM dan AF bersama komplotannya di Jalan Raya Sukomanunggal Jaya Asri Sabtu malam (9/11) lalu. Keduanya saat itu bersama enam orang kawannya bersepeda motor.

Mereka awalnya iring-iringan sambil mencari sasaran korban. Tak lama kemudian di lokasi kejadian melintas korban mengendarai motor. Selanjutnya, korban yang masih di bawah umur dikejar pelaku.

Dia  diberhentikan paksa pelaku bersama kelompoknya. Dia dituduh telah menganiaya teman pelaku. Tanpa pikir panjang, pelaku memukuli korban. Kemudian HP merk Vivo miliknya dirampas. Sukses mendapatkan HP, kawanan pelaku kabur. Korban ditinggal sendirian. Tak terima atas ulah pelaku, pelajar tersebut lalu melapor ke Polsek Sukomanunggal.

“Keesokan harinya setelah korban kami keler ke TKP, korban bertemu pelaku sedang nongkrong. Kemudian kami tangkap,” jelasnya.

Dua pelaku yang ditangkap yakni NAM dan AF. Dari keterangan kedua tersangka, HP korban dijualkan oleh Sefian. Sefian pun diringkus di rumahnya. Kemudian polisi juga menangkap Agung yang membeli HP curian tersebut. “S perannya menjual HP ke penadah. HP sudah laku Rp 550 ribu dibeli Agung tetangga S,” bebernya.

Setelah terjual uang sudah dibagi pelaku. Rencananya mereka akan pesta minuman keras (miras) bersama malamnya. Urung pesta, pelaku malah tertangkap Minggu pagi. Kepada penyidik kedua tersangka NAM dan AF mengaku baru sekali beraksi menjambret.

“Pengakuannya sekali tapi kami masih kembangkan. Enam lainnya masih buron,” terangnya. Disebutkan Roqib, dari tangan tersangka diamankan barang bukti sebuah HP  

Roqib melanjutkan karena masih anak-anak tersangka perampasan dititipkan di shelter Balongsari, Tandes. Meski demikian tersangka dijerat pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan. Ancaman hukumannya 9 tahun kurungan penjara.(rus/rud)

(sb/rus/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia