Jumat, 06 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Surabaya
Rekrutmen CPNS Pemprov Jatim Tahun 2020

Calo CPNS Sudah Berkeliaran, Gubernur Minta Waspadai Penipuan

12 November 2019, 16: 07: 20 WIB | editor : Wijayanto

AKUNTABEL: Gubernur Khofifah memastikan penerimaan CPNS tahun depan transparan.

AKUNTABEL: Gubernur Khofifah memastikan penerimaan CPNS tahun depan transparan. (DOK/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) bakal dilakukan awal tahun depan. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengimbau para pelamar agar mewaspadai modus berbagai penipuan. Dia menegaskan, tidak ada pihak mana pun yang dapat membantu dan menjamin  kelulusan peserta CPNS.

"Rekrutment CPNS dilakukan terbuka. Semua orang punya kesempatan yang sama. Jangan termakan rayuan orang yang mengatasnamakan pegawai pemprov, pemkab, pemkot atau kementerian dan lembaga yang menjanjikan bisa masuk menjadi PNS dengan imbalan sejumlah uang," ungkap Khofifah di Surabaya.

Tingginya minat masyarakat mengikuti seleksi CPNS memang sering dimanfaatkan oknum tertentu untuk mengeruk keuntungan. Karena itu, Khofifah berharap masyarakat semakin cerdas dalam menyaring berbagai informasi yang masuk. "Pastikan informasi yang diterima dari kanal resmi milik pemerintah," katanya.

Laman resmi bisa diidentifikasi dengan domain go.id atau media sosial yang terverifikasi. Bisa juga memantau lama BKD di http://bkd.jatimprov.go.id.

Khofifah menegaskan, pendaftaran CPNS dilakukan secara online dengan mengakses alamat Panitia Seleksi Nasional Pengadaan CPNS (Panselnas) http://sscasn.bkn.go.id. Nah, para pelamar diminta menyiapkan seluruh berkas yang dibutuhkan sebelum mendaftar.

Mantan Menteri Sosial ini mengatakan, tes CPNS tahun depan menggunakan sistem computer assisted test (CAT). Pelaksanaannya diperkirakan pada Februari 2020. Sistem CAT memungkinkan peserta bisa langsung mengetahui hasil tes setelah ujian selesai. "Sistem ini meminimalisir segala praktik kecurangan. Sebab, seleksi dilakukan secara transparan," ujarnya.

Khofifah menegaskan, dirinya akan ikut terus mengawal proses seleksi CPNS yang berlangsung hingga selesai. Ia berharap ASN yang diterima nanti memiliki kualitas, kompetensi, dan integritas yang tinggi. "Pesan saya untuk seluruh putra-putri Jatim yang ikut seleksi, belajarlah sungguh-sungguh, berdoa, dan jangan lupa meminta restu dari orang tua," tuturnya.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Jatim Anom Surahno mengatakan bahwa seleksi CPNS Provinsi Jawa Timur tahun 2019 dilakukan secara digital. Tidak lagi menggunakan sistem manual.

Dia mengakui sudah ada laporan munculnya calo-calo fiktif untuk CPNS 2019 dengan modus jasa pengiriman berkas ke pemerintah pusat. "Kami menerima laporan dari Nganjuk dan Kediri. Ada calo CPNS dengan modus mengirimkan berkas CPNS. Padahal, semua online. Tidak ada pengiriman berkas manual, semua via website," katanya.

Anom berharap, masyarakat tidak mudah percaya pada calo atau pihak yang memanfaatkan momen CPNS untuk mengeruk keuntungan. Semua berkas diunggah secara daring. "Bahkan, di akhir upload itu ada swafotonya. Jadi, jangan percaya calo-calo yang tak bertanggung jawab," tegasnya.

Pemprov Jatim mendapat alokasi dari Kementerian PAN-RB dengan formasi CPNS sebanyak 1.817 orang. Dengan rincian, tenaga pendidik 1.133, tenaga kesehatan 322, dan tenaga teknis 362. Ada pula formasi khusus bagi penyandang disabilitas sebanyak 36 dan cum laude 36 orang. (mus/rek)

(sb/mus/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia