Minggu, 15 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Events Surabaya

Joget Lagu Galau Campursarian di Depan Kantor Radar Surabaya

11 November 2019, 17: 07: 20 WIB | editor : Wijayanto

AMBYAR: Dua orang penyanyi yang menghibur penonton Mami Kola dengan membawakan lagu-lagu merdu campursari dan keroncong.

AMBYAR: Dua orang penyanyi yang menghibur penonton Mami Kola dengan membawakan lagu-lagu merdu campursari dan keroncong. (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Patah hati tak perlu disesali, dijogetin dan diresapi lewat lagu-lagu galau yang dibawakan oleh grup campursari di halaman Radar Surabaya, samping gerbang Kya-Kya, bisa jadi pilihan menghibur diri. 

"Dudu klambi anyar sing nek njero lemari, nanging bojo anyar sing mbok pamerke nek aku…". Lagu Pamer Bojo dari Didi Kempot itu terdengar makin syahdu ketika diperdengarkan di ruang terbuka. Diiringi pemandangan suasana kota tua Surabaya Utara dengan angin yang sepoi-sepoi.

Seperti Sabtu malam (9/11), suara ayu dari dua pesinden yang dihadirkan grup elekton pimpinan Hendro memeriahkan Mami Kola, Malam Minggu di Kota Lama. Yang membawakan lagu campursari kawakan seperti Suket Teki,  Nyidam Sari dan Caping Gunung. Tak perlu khawatir bosan, sinden-sinden ini juga pandai berinteraksi dengan penonton dengan suara renyahnya. Jadi untuk para jomblo, rasanya cocok untuk datang dan menonton, dari pada kesepian meratapi kesendirian. 

Seperti diketahui, Mami Kola merupakan program Radar Surabaya yang hadir setiap sabtu malam. Mami Kola merupakan akronim dari Malam Minggu Kota Lama. Di mana musik-musik lawas seperti campursari dan keroncong dinyanyikan live di panggung sederhana yang digelar di halaman Radar Surabaya. 

Mami Kola dihadirkan untuk memberikan tambahan alternatif wisata malam minggu di Surabaya. Apalagi di kawasan Surabaya Utara yang masih minim hiburan. Mami Kola hadir untuk menghidupkan kembali Kya-kya yang 50 tahunan lalu pernah ramai dan jadi jujukan muda-mudi menghabiskan malam. "Karena kami lihat masih sangat sedikit ya hiburan yang bermuatan heritage, kami ingin menambah referensi, juga mendorong pemerintah dalam sosialisasi kawasan wisata kota tua," ujar Direktur Radar Surabaya Lilik Widyanto.

 Mami Kola merupakan bentuk upaya Radar Surabaya mendukung pemerintah dalam program revitalisasi kota lama. Dan didukung penuh oleh Pemkot Surabaya, melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Surabaya. (ism/nur)

(sb/is/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia