Jumat, 06 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Features Gresik
Maulid dan Haul Maulana Malik Ibrahim Ke-619

Berlangsung Meriah, Diramaikan dengan Arak-Arakan dan Pawai

11 November 2019, 07: 56: 55 WIB | editor : Wijayanto

KOMPAK: Ketua Panitia Taufiq Harris, Ketua DPRD Gresik Gus Fandi Ahmad Yani, Kapolres Gresik AKBP Kusworo Wibowo dan KH. Mochtar Jamil berjalan bersama dari Pendopo Alun–alun menuju Makam Maulana Malik Ibrahim.

KOMPAK: Ketua Panitia Taufiq Harris, Ketua DPRD Gresik Gus Fandi Ahmad Yani, Kapolres Gresik AKBP Kusworo Wibowo dan KH. Mochtar Jamil berjalan bersama dari Pendopo Alun–alun menuju Makam Maulana Malik Ibrahim. (YUDHI DWI ANGGORO/RADAR GRESIK)

Share this      

GRESIK - Peringatan kelahiran Nabi Muhammad sekaligus Haul Besar Syeikh Maulana Malik Ibrahim ke-619 tahun berlangsung meriah selama tiga hari berturut-turut sejak Jumat (8/11) hingga Minggu (10/11).

Sosok Nabi Muhammad dan Maulana Malik Ibrahim bagi masyarakat Islam Indonesia selalu menjadi teladan dalam kehidupan. Tak heran, haul akbar yang diisi dengan berbagai kegiatan menjadi perhatian seluruh tokoh ulama, pejabat, masyarakat hingga lainnya. Seperti yang terlihat saat arak-arakan ulama dan pejabat dari pendopo bupati Gresik menuju aula makam Syeikh Maulana Malik Ibrahim.

Tokoh ulama dan pejabat di Gresik ikut hadir. Mereka adalah KH. Mochtar Jamil, Kapolres Gresik AKBP Kusworo Wibowo, Ketua DPR Gresik Gus Fandi Ahmad Yani dan lain sebagainya.

Ketua Panitia Kegiatan Taufiq Harris mengatakan, acara maulid nabi dan peringatan haul Maulana Malik Ibrahim bertujuan untuk mengajak semua umat Islam memperbesar rasa cinta kepada Nabi Muhammad SAW. Bagi umat Ismal, Nabi Muhammad merupakan sosok mulia yang selalu mencintai umatnya.

”Selamatkan lisan dan tangan kita untuk tidak menyakiti perasaan orang lain. Marilah meniru perilaku kanjeng nabi Muhammad SAW supaya tidak pernah melulai perasaan orang lain dari lisan maupun dari tangannya," kata Taufiq. 

Dipaparkan, kegiatan tersebut berlangsung selama tiga hari. Pada hari pertama, kegiatannya yakni tahlil yang diikuti 500 jamaah wanita dan santunan yatim piatu kepada 185 anak. Kemudian, malam harinya diisi dengan pembacaan shalawat bersama 2000 orang dan Hadrah Ishari.

Sabtu (9/11), dilanjutkan khatmil Alquran bersama Jammiyah Al Ittihad Kabupaten Gresik yang di pimpin Ahmad Faiz Tajul Millah dari Surabaya.

“Doa yang dipimpin oleh Faiz ini bertujuan untuk untuk keselamatan Kabupaten Gresik , Indonesia aman makmur, tentram dan ekonomi stabil,” jelasnya. Kegiatan makin meriah dengan pawai 1000 santri dari 43 lembaga dengan 138 ustadzah di wilayah Desa Gapura Sukolilo.

“Kegiatan ini juga bertujuan untuk menggiatkan kembali wisata religi dan kami berusaha meningkatkan pemeliharaan budaya lokal,” kata pria yang juga menjabat sebagai Dekan Universitas Gresik (Unigres) tersebut.

Salah satunya, lanju bapak dua anak itu, pengurus yayasan berusaha memberikan kualitas pelayanan ziarah berdasarkan SOP (Standar Operasional Prosedur).

“Di Pendopo makam juga ada beberapa kegiatan seperti manakib, pengajian malam jumat, bahkan kami menggelar pembagian 530 kilogram beras kepada warga miskin,” ungkap pria yang juga sekretaris Yayasan Maulana Malik Ibrahim tersebut.

Sebagai makam tertua, yayasan juga memberikan sumbangan ke musala, pendidikan, maupun kegiatan khol untuk makam di seluruh Jatim.

“Bersama pembina yayasan Syahab Alaidrus dan Saifuddin Safi', Kami ingin peringatan ini lebih Khidmad karena berbarengan dengan Maulid Nabi Muhammad SAW," harapnya. 

Sementara itu, Kepala Desa Gapura Sukolilo Hasan Habsy mengatakan, berupaya untuk terus menghidupkan dan mengajak generasi muda untuk sadar wisata  religi.

“Kami membentuk kelompok sadar wisata di desa kami, harapannya mereka juga bisa turut serta menjaga dan melestarikan makam Maulana Malik Ibrahim,” ungkap dia. (yud/han)

(sb/yud/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia