Minggu, 15 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Gresik
Dishub dan Polres Cari Solusi

Truk Galian C Dominasi Pelanggaran Penyebab Laka Korban Tewas

11 November 2019, 07: 50: 35 WIB | editor : Wijayanto

Truk Galian C Dominasi Pelanggaran Penyebab Laka Korban Tewas

GRESIK - Kecelakaan yang melibatkan dump truk  yang melanggar aturan di Gresik menjadi sorotan. Dalam tiga pekan terakhir, puluhan nyawa melayang. Satlantas dan Dishub Gresik mencari solusi terkait hal itu.  

Kasatlantas Polres Gresik AKP Erika Purwana Putra mengatakan sudah melakukan upaya pendindakan tegas. Selain melakukan penilangan, pihaknya juga akan mencabut SIM pengemudi jika terus melakukan pelanggaran. “Salah satu sopir yang menewaskan pasutri juga kami tetapkan sebagai tersangka,” ungkapnya. 

Dipaparkan, berdasarkan data yang dihimpun, kecelakaan yang melibatkan truk tersebut menewaskan Faisol Amin, 35, warga Desa Simbatan RT 01/RW 05, Sarirejo Lamomgan dan Afifatun, 55, warga Desa Jeraganan RT 11 Desa Mojopurogede, Bungah. Keduanya tewas terlibat kecelakaan di Jalan Raya Pantura di Desa Betoyo, Manyar. 

Kemudian kecelakaan yang melibatkan dump truk juga menewaskan pasangan suami istri di Jalan Desa Tebuwung, Kecamatan Dukun. Pasutri itu tewas terlindas saat berada di warung mereka. Identitas keduanya, Agus Nur Taufik, 49, asal Desa Petiyen Tunggal dan Kartini, 43, asal Desa Tebuwung tewas di lokasi kejadian.

Kecelakaan juga terjadi di Jalan Lasem, Kecamatan Sidayu, pekan lalu. Dump truk bermuatan batu kapur yang dikemudikan Septa Kusbiantoro itu melindas pengendara, bahkan korban bernama Astutik meninggal dunia saat dilarikan ke rumah sakit. 

Meski terbukti menabrak pengendara, Septa sempat melarikan diri, kemudian dihentikan oleh warga sekitar. Sang sopir kemudian berhenti saat terjebak kemacetan di Pasar Dukun dan segera diamankan polisi yang berjaga.

Menanggapi kecelakaan yang terjadi beruntun Erika juga mewacanakan soal adanya pemortalan jalan di wilayah Kecamatan Dukun. Meski jalan kelas tiga atau jalan kabupaten, jalan itu sering dilintasi dump truk yang seharusnya izinnya melintas di jalan kelas dua atau kelas satu.

"Kami duduk bersama memecahkan permasalahan. Kami sepakati solusi jangan panjang menengah dan pendek," katanya. 

Diakui, beberapa dump truk galian C masih seliweran. Padahal, saat pagi banyak masyarakat yang beraktivitas. Seperti bekerja dan sekolah.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Gresik, Nanang Setiawan mengatakan pihaknya sudah berulangkali melakukan razia tetapi masih ada saja truk yang membandel.

"Kemarin sudah dirazia, tetapi masih saja ada yang melanggar," kata Nanang. Pihaknya sudah mengundang pihak perusaan truk galian C agar menaati peraturan yang telah dibuat.

"Sudah pernah disosialisasikan, pas bertemu jawabannya iya, iya tapi kenyataannya masih melanggar," ucapnya.

Dalam waktu dekat, Dishub akan memfasilitasi hasil rapat koordinasi bersama Satlantas Polres Gresik beberapa waktu lalu dengan mengundang pengusaha galian C. Hal ini untuk menindaklanjuti hasil razia masih banyak dump truk melanggar.

Sementara itu, Kabid Angkutan dan Kelalulintasan Dishub Gresik Rony Soebiyantoro mengatakan sudah menggelar razia. Hasilnya, ia menemukan dumptruk yang tidak memperpanjang buku uji KIR. Sebelumnya, pihaknya sudah melakukan razia tetapi mereka masih saja membandel.

"Kami periksa ternyata buku uji KIR ada yang tidak membawa ada yang bawa buku tapi sudah mati 14 tahun," ungkapnya.(yua/yud/han)

(sb/yua/yud/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia