Minggu, 08 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

DHD Badan Pembudayaan Kejuangan 45 Jatim Peringati Hari Pahlawan

10 November 2019, 22: 18: 10 WIB | editor : Wijayanto

SEMANGAT PAHLAWAN: Anggota DHD BPK 45 Jatim di Taman Makam Pahlawan Surabaya.

SEMANGAT PAHLAWAN: Anggota DHD BPK 45 Jatim di Taman Makam Pahlawan Surabaya. (ISTIMEWA)

Share this      

SURABAYA - Dewan Harian Daerah (DHD) Badan Pembudayaan Kejuangan (BPK) 45 Provinsi Jawa Timur (Jatim) menyelenggarakan rangkaian peringatan Hari Pahlawan. Kegiatan dilaksanakan selama tiga hari dari tanggal 8 sampai 10 November.

Kegiatan ini dihadiri Ketua Umum DHD BPK 45 Provinsi Jatim Ir. H.A. Moestahid Astari, Dewan Paripurna Letnan Kolonel Drs. Didik Suryadi, MAP, Ketua I DHD BPK 45 Provinsi Jatim Kolonel (purn) Utuh Agung Minarno, ST, serta para pengurus dan karyawan DHD BPK 45 Provinsi Jatim hingga siswa SMP, SMA, SMK Gema 45, dan mahasiswa Universitas 45 Surabaya.

Kegiatan dimulai dengan upacara tabur bunga di Taman Makam Pahlawan Jalan Mayjend Sungkono, Surabaya. Hari berikutnya dilanjutkan dengan jalan sehat serta pengundian doorprize utama sepeda gunung. Juga diramaikan aneka bazar hasil kreativitas siswa hingga adakan lomba Tari Remo tingkat SMP, SMA, SMK se-Surabaya. 

Kegiatan puncaknya yakni pada hari Minggu 10 November, digelar upacara bendera peringatan Hari Pahlawan yang pesertanya dari seluruh siswa dan pengurus serta karyawan DHD Badan Pembudayaan Kejuangan 45 Provinsi Jatim hingga jajaran Muspika Sawahan.

Selanjutnya diisi pertunjukan drama kolosal perobekan bendera di Hotel Yamato yang disutradarai Peni Prihantini, S.Sn dari SMP Gema 45 Surabaya.

Peserta drama kolosal tersebut yakni siswa SMP, SMA, SMK dan mahasiswa Universitas 45 Surabaya. Sebagai kegiatan penutup, diadakan tasyakuran dan ramah tamah bertempat di lantai tiga Gedung Juang 45 Jatim.

Sekretaris Umum DHD Badan Pembudayaan Kejuangan 45 Jatim Dr.  H. Fadjar Budianto, SH., MH., SpN menuturkan, dalam menanamkan nilai - nilai kepahlawanan bagi generasi milenial ada tiga tahapan. “Yakni pengenalan sejarah perjuangan bangsa Indonesia, meneladani sikap serta perilaku para pejuang, dan mampu mengimplementasikan dalam suasana sekarang," katanya.

Fadjar menambahkan, jiwa dan semangat nilai-nilai rela berkorban dari seluruh kalangan masyarakat Surabaya, tidak peduli dari mana datangnya, itu semua merupakan satu kesatuan dan tekad kuat melalui pikiran dan jiwa raga yang harus diperjuangkan bersama-sama untuk mencapai suatu tujuan yakni kemerdekaan Indonesia.

“Hal itu tertuang di dalam Bhinneka Tunggal Ika untuk mencapai tujuan tidak ada perbedaan, di situ nilai persatuan Indonesia yang tertuang pada teks Pancasila," imbuhnya. (san/nur)

(sb/jpg/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia