Sabtu, 25 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Sidoarjo

Perselisihan Jadi Penyebab Utama Perceraian

09 November 2019, 10: 19: 35 WIB | editor : Wijayanto

PISAH: Sidang perceraian yang digelar di kantor kecamatan beberapa waktu lalu.

PISAH: Sidang perceraian yang digelar di kantor kecamatan beberapa waktu lalu. (DOK/RADAR SIDOARJO)

Share this      

SIDOARJO - Oktober lalu, ada 483 kasus perceraian marak terjadi di Kabupaten Sidoarjo. Dari jumlah tersebut, didominasi perselisihan dan pertengkaran yang terjadi terus menerus dalam keluarga. Tercatat pada Oktober terdapat 253 kasus.

Panitera Pengadilan Agama (PA) Sidoarjo Kusnadi menjelaskan, jumlah itu mengalami peningkatan dari September yang hanya 180 kasus. Dari jumlah itu, Oktober tercatat memiliki jumlah tertinggi penyebab perceraian dikarenakan pertengkaran dalam rumah tangga. “Menjadi perhatian bagi kami,” ujarnya.

Penyebab tingginya perselisihan dan pertengkaran terus menerus karena emosional yang masih labil. Hal itu dipicu dengan masalah faktor ekonomi. Serta dia menganggap kurangnya pendidikan pra nikah yang menjadi faktor kelabilan pasangan suami-istri. “Hal itu yang kurang diperhatikan,” tegasnya.

Dia membuktikan penyebab perceraian di bulan Oktober. Setelah perselisihan dan pertengkaran terus menerus, disusul permasalahan ekomoni dengan jumlah 124 kasus. Jumlah ini pun meningkat dari bulan September yang hanya 100 kasus. “Harus memiliki kesiapan yang baik untuk menikah,” imbuhnya.

Meski sesuai data yang dia paparkan, penyebab perceraian adalah perselisihan dan pertengkaran terus menerus paling tinggi. Jumlah tersebut tidak mempengaruhi jumlah penyebab perceraian karena KDRT. Dalam bulan ini penyebab perceraian karena KDRT hanya 11 kasus. Artinya, sebuah rumah tangga hanya cek-cok dan tidak sampai terjadi KDRT. “Jumlahnya stabil rendah,” pungkasnya. (hil/nis)

(sb/jpg/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia