Kamis, 14 Nov 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Hanya Butuh 2 menit, Pencuri Puluhan Motor di Kenjeran Dihajar Massa

08 November 2019, 23: 12: 22 WIB | editor : Abdul Rozack

TERTANGKAP: Petugas menunjukkan barang bukti dan tersangka kasus pencurian kendaraan bermotor yang berhasil dimankan di Mapolres Pelabuhan Tanjung Per

TERTANGKAP: Petugas menunjukkan barang bukti dan tersangka kasus pencurian kendaraan bermotor yang berhasil dimankan di Mapolres Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA – Mengambil sepeda motor curian yang mogok, seorang pria ditangkap Unit Resmob Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak. Pelaku diketahui bernama Abdul Rohman, 38, warga Labang, Bangkalan, Madura. 

Dia ditangkap warga dan kini diamankan di Mapolres Pelabuhan Tanjung Perak. Polisi awalnya mengamankan barang bukti sepeda motor yang mogok saat dibawa lari tersangka. Saat menggeledah rumah tersangka, ditemukan motor diduga hasil curian lainnya.  

Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Antonius Agus Rahmanto mengatakan, setelah rumah pelaku digeledah, ditemukan ada lima motor. Sepeda motor tersebut semuanya hasil curian. Barang bukti ini diambil tersangka di sekitar Kenjeran. 

"Ia belum menjualnya. Tersangka ini mencuri motor dengan cara memotong kabel kontak motor," imbuhnya.

Penangkapan pelaku bermula ketika tersangka melihat sepeda motor nomor polisi L 6363 N sedang parkir di depan pasar Jalan Tambak Wedi Baru XIII, Kenjeran. Tersangka melihat sepeda motor terpakir sendirian dan dalam keadaan sepi langsung beraksi. Ia menuju ke sepeda motor tersebut dan membuka bagian depan motor. 

"Tersangka merogoh kabel kontak dan membukanya," ujarnya.

Seketika itu, lampu hijau di spedometer motor tersebut menyala. Tersangka menghidupkan motor tersebut langsung membawanya lari. Di tengah perjalanan, sepeda motor curian ini tiba-tiba mogok. Tersangka memilih meninggalkannya dengan memasukkan ke salah satu gang di Tambak Wedi Tengah, Kenjeran. 

"Tersangka kembali berjalan kaki meninggalkan motor curian tersebut," jelasnya.

Saat berjalan kaki ini, ternayata tersangka juga mencari motor lain yang bisa dicuri. Saat itu, ia melihat sepeda motor nomor polisi L 5428 SL terparkir di Jalan Tambak Wedi Tengah VI, Kenjeran. Tersangka menghampirinya dan kembali mengutak-atik kabel kunci kontak dan berhasil menghidupkan motor tersebut. 

"Ia berhasil membawa motor tersebut dan membawanya," tuturnya.

Setelah selesai menaruh motor, ia meminta tolong ke tetangganya untuk mengantarkannya ke Tambak Wedi Tengah, Kenjeran. Tersangka berniat mengambil motor curiannya yang mogok, namun ia tidak tahu jika korban dan warga sudah bersiap di lokasi. 

Tersangka pun tiba, ketika hendak membawa lari langsung disergap dan dihajar massa. "Kami amankan tersangka sebelum dihajar lebih parah lagi," ungkapnya.

Polisi mengkeler tersangka ke rumahnya dan menemukan lima motor lainnya. Saat diselidiki semua motor tersebut hasil pencurian di wilayah Kenjeran. Dua motor diketahui laporan polisinya sementara tiga lainnya masih dalam penyelidikan. 

Tersangka mengambil motor tersebut ada yang menggunakan cara mencopot kabel kontak ada pula yang pemiliknya lupa mencabut kontak.  Tersangka mengaku, ia mendapat keahlian tersebut karena pernah kerja di bengkel motor. Ia mempelajari cara tersebut hingga akhirnya beraksi mencuri motor. 

Ia baru melaksanakan aksinya sebulan ini. Dalam sebulan, ia berhasil mengambil 20 motor dengan estimasi sehari bisa satu atau dua motor dicuri. Kemudian motor tersebut dijual di Madura dengan harga Rp 750 ribu hingga Rp 1 juta. 

"Kalau butuh uang saja jual satu-satu. Begitu seterusnya kalau habis saya curi lagi. Saya lupa berapa banyak, pokoknya puluhan," kata pelaku Abdul Rohman. (gun/rud)

(sb/gun/jek/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia