Kamis, 14 Nov 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Kabur saat Dikeler, Pencuri Motor Didor

08 November 2019, 15: 44: 47 WIB | editor : Wijayanto

JALAN KAKI: Tersangka Ahmad Rifqi dengan kaki pincang usai didor bersama barang bukti motor dan alat kejahatan.

JALAN KAKI: Tersangka Ahmad Rifqi dengan kaki pincang usai didor bersama barang bukti motor dan alat kejahatan. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Seorang pencuri sepeda motor yang biasa beroperasi di wilayah Semampir dan sekitarnya didor polisi. Ahmad Rifqi, 30, warga Jalan Sidodadi, Kecamatan Simokerto, yang indekos di Jalan Sawah Pulo Timur Lapangan, Semampir, Surabaya, harus merasakan timah panas karena berusaha melarikan diri saat hendak dikeler.

Tersangka Ahmad Rifqi ditangkap setelah terpergok mencuri sepeda motor di Jalan Hangtuah II, Semampir, Surabaya. “Tersangka menggunakan kunci T untuk merusak kontak kendaraan bermotor,” kata Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Antonius Agus Rahmanto.

Polisi mengamankan barang bukti tiga kunci kontak, sepeda motor Honda Beat nomor polisi L 5851 PO milik korban Rosadi, dan satu kunci T.

Ceritanya, Rosadi, yang mengontrak di Jalan Hang Tuah II, Semampir, memarkir kendaraannya di gang. Korban lupa memasukkan sepeda motornya hingga dini hari. Korban yang terkejut saat dibangunkan tetangganya yang mengabarkan bahwa sepeda motor miliknya dibawa lari orang.

“Korban sudah melihat tersangka ditangkap massa beserta anggota polsek yang sudah berada di lokasi,” tuturnya.

Anggota Reskrim Polsek Semampir lalu membawa tersangka dan mengelernya ke tempat kontrakan. saat penggeledahan, tersangka mencoba melawan dan hendak melarikan diri. Maka, polisi terpaksa menembakkan timah panas ke kakinya. Tersangka pun menyerah dan dibawa ke Polsek Semampir.

AKBP Agus mengatakan, setelah merusak kontak motor dengan kunci T, tersangka membawa lari motor curiannya. Agar tidak mencurigakan saat berkendara, tersangka memasang kunci sepeda motor ke kontak. Kunci itu hanya untuk mengelabui masyarakat atau polisi di jalan. “Kunci kontak palsu itu sudah sudah dipersiapkan oleh tersangka,” jelasnya.

Tersangka Ahmad Rifqi mengaku berjalan kaki setiap kali beraksi. Hingga menemukan sasaran sepeda motor yang ditinggal atau diparkir tanpa penjagaan. Selanjutnya, ia mengeluarkan kunci T yang dibawanya dan merusak kontak sepeda motor. “Kunci T ini milik saudara saya yang sudah meninggal dunia,” katanya.

Tersangka sudah berhasil membawa sepeda motor sekali. Ia pertama kali membawa lari sepeda motor Honda Supra X 125. Kali kedua mengambil sepeda motor milik Rosadi tapi tepergok massa. Tersangka mengaku tidak sulit menjual kendaraan curiannya. Ia tinggal membawa motor curiannya ke sekitar makam Jalan Rangkah, Tambaksari.

Di kawasan pemakaman itu, tersangka bertemu pembeli bernama Soleh. Satu unit sepeda motor Honda Supra X 125 dijual Rp 1 juta. Uangnya sudah habis untuk mencukupi kebutuhannya. Tersangka selama ini bekerja di pabrik plastik. “Gaji saya kurang Pak. Maka, saya terpaksa melakukan ini untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari,” ujar Ahmad Rifqi sambil menahan sakit di kakinya. (gun/rek)

(sb/gun/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia