Kamis, 14 Nov 2019
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Dua Siswa SDN Gentong Tewas Tertimpa Atap, Pemkot Cek Semua Bangunan S

08 November 2019, 06: 00: 59 WIB | editor : Abdul Rozack

KONDUSIF: Sejumlah murid SDN di kawasan Surabaya Utara menikmati makanan sehat. Bangunan sekolah ini mendapat perhatian Pemkot Surabaya.

KONDUSIF: Sejumlah murid SDN di kawasan Surabaya Utara menikmati makanan sehat. Bangunan sekolah ini mendapat perhatian Pemkot Surabaya. (ISTIMEWA)

Share this      

SURABAYA - Atap bangunan SDN Gentong, Kota Pasuruan, ambruk hingga menewaskan dua siswa. Peristiwa tragis ini menjadi sorotan masyarakat di seluruh tanah air. Pemkot Surabaya pun melakukan antisipasi agar tidak terjadi insiden seperti itu di Kota Surabaya. 

Kepala Bidang Bangunan Gedung, Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Surabaya Iman Krestian mengatakan, pihaknya langsung mengecek sejumlah bangunan sekolah di Kota Pahlawan yang dianggap rawan. Khususnya bangunan-bangunan sekolah yang lama. Antisipasi tersebut agar para guru dan siswa merasa aman selama proses belajar mengajar di sekolah.

 "Kami koordinasikan dengan Dinas Pendidikan. Kemudian Dinas Pendidikan melakukan koordinasi dengan semua kepala sekolah untuk melaporkan kondisi atap bangunan yang membahayakan," kata Iman Krestian kepada Radar Surabaya, Kamis (7/11).

Iman mengimbau para kepala sekolah untuk selalu mengecek kondisi bangunan di semua ruang kelas yang ada. Apabila ada bangunan atau atap yang terlihat membahayakan, maka diharapkan segera melaporkan kepada Dinas Pendidikan Kota Surabaya. Pihaknya akan segera menindaklanjuti. 

"Kalau ada kecurigaan akan segera kami perbaiki. Dan, kalau sudah terlihat membahayakan, cepat dikosongkan," ujarnya.

Saat ini, menurut dia, bangunan sekolah yang ada di Kota Surabaya dinilai sudah memenuhi standar untuk bangunan baru. Yang dikhawatirkan adalah bangunan sekolah yang lama. "Kami upayakan agar atapnya menggunakan material yang lebih ringan dari genteng biasa," katanya.

Selain itu, Iman menambahkan, sisi rawan bangunan ada di konstruksi dengan atap baja ringan atau galvalum yang tidak dikerjakan dengan baik. Terutama material yang terlalu tipis atau kurang sekrupnya. "Sangat rawan kalau tidak dikerjakan oleh tukang berpengalaman. Atap kayu yang sudah dimakan rayap juga rawan," ucapnya. (rmt/rek)

(sb/jpg/jek/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia