Kamis, 14 Nov 2019
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Surabaya

Akhir Tahun, Tarif 18 Ruas Tol Naik, Tol Sumo dan Gempol Termasuk

07 November 2019, 18: 24: 15 WIB | editor : Wijayanto

MENYESUAIKAN INFLASI: Beberapa BUJT sudah mengajukan penyesuaian tarif, untuk di Jatim sendiri ruas tol yang bakal mengalami penyesuaian tariff yakni Kertosono-Mojokerto, Surabaya-Mojokerto dan Surabaya-Gempol.

MENYESUAIKAN INFLASI: Beberapa BUJT sudah mengajukan penyesuaian tarif, untuk di Jatim sendiri ruas tol yang bakal mengalami penyesuaian tariff yakni Kertosono-Mojokerto, Surabaya-Mojokerto dan Surabaya-Gempol. (DOK/RADAR SURABAYA)

Share this      

JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyatakan tarif 18 ruas tol akan naik pada akhir tahun ini. Sejumlah Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) sudah mengajukan penyesuaian tarif tersebut.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Danang Parikesit mengatakan, salah satu ruas tol sudah dalam proses penandatanganan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, yakni tol Mojokerto-Kertosono. Selain itu, ada dua ruas lainnya yang prosesnya juga mendekati final, yaitu tol Jagorawi dan tol Makassar seksi IV.

"Mojokerto-Kertosono sedang dalam proses dan sudah di meja pak menteri. Kami kita tunggu beliau tanda tangan penyesuaian tarif. Di pipeline banyak," ucap Danang.

Menurut Danang, kenaikan tarif berkisar 2,5 persen sampai 3,5 persen. Hal itu dengan memperhitungkan tingkat inflasi dan pertumbuhan ekonomi saat ini. "Kalau dilihat inflasi kan sekitar 3 persen, lalu pertumbuhan ekonomi 5 persen," imbuh Danang.

Ia menyatakan, penyesuaian tarif tol disesuaikan dengan tingkat inflasi dalam negeri. Hal itu tertuang dalam Undang-Undang (UU) Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan. "Dalam UU kan dijamin bahwa ada penyesuaian tarif berdasarkan inflasi, karena itu kami berikan hak kepada badan usaha untuk bisa mengajukan penyesuaian tarif," kata dia.

Secara terpisah, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menambahkan, potensi kenaikan tarif tol kecil karena inflasi masih di kisaran 3 persen. Sementara, ia mengaku belum banyak dokumen pengajuan kenaikan tarif yang sampai ke mejanya. "Belum banyak, tidak belasan (dokumennya). Dua atau tiga dokumen," jelas Basuki.

Sebagai catatan, 18 ruas tol yang tarifnya akan naik atau disesuaikan akhir tahun ini, antara lain, Jakarta-Bogor-Ciawi, Kertosono-Mojokerto, Makassar Seksi IV, Cikampek-Palimanan, Gempol-Pandaan, Tangerang-Merak, dan Surabaya-Mojokerto.

Selain itu, Palimanan-Kanci, Semarang Seksi A-B-C, Tomang-Grogol-Pluit, Tomang-Cawang, Cawang-Tj Priok-Pluit, Pondok Aren-Serpong, Belawan-Medan-Tj Morawa, Makassar Seksi I-II, Nusa Dua-Ngurah Rai-Benoa, Surabaya-Gempol, dan Soreang-Pasir Koja. (aud/sfr/cnn/nur)

(sb/jpg/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia