Kamis, 14 Nov 2019
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Jembatan Gantung Joyoboyo Sambungkan FR Wonokromo dan Joyoboyo

07 November 2019, 18: 16: 40 WIB | editor : Wijayanto

HARUS TUNTAS: FR Wonokromo nantinya akan dihubungkan dengan kawasan Terminal Joyoboyo, Surabaya.

HARUS TUNTAS: FR Wonokromo nantinya akan dihubungkan dengan kawasan Terminal Joyoboyo, Surabaya. (DOK/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Pemerintah Kota Surabaya kini tengah dalam proses membangun Jembatan Gantung Joyoboyo. Jembatan gantung penghubung Frontage Wonokromo menuju Joyoboyo ini dianggarkan menelan biaya Rp 65 miliar.

Sebagai pendukung dibangunnya Jembatan Gantung Joyoboyo, Pemkot Surabaya juga akan membangun jembatan yang menghubungkan Gunungsari dengan Jalan Pulo Wonokromo.

"Selain jembatan itu, nanti akan dibangun taman, air mancur, dan jogging track. Yang jelas, tujuannya menambah ruas jalan," kata Kepala Bidang Perencanaan dan Pengawasan Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan (DPUBMP) Kota Surabaya, Ridho Nur Wahab.

"Proyek tersebut kini dalam tahap Detail Engineering Design (DED) dari DPUBMP," sambungnya.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya, Eri Cahyadi, menambahkan pembangunan jembatan diperlukan demi memecah kemacetan di daerah tersebut.

"Gunung Sari yang sebelah pasar ikan hias itu nanti dibangun jembatan. Untuk memecah kemacetan ke arah Karah dibuatkan jembatan satu lagi nanti posisinya ketemu di Pulo Wonokromo," imbuh Eri.

Pembangunan jembatan akan dikerjakan selama 2020, dan dibuka setelah Jembatan Joyoboyo yang selesai dibangun akhir 2020, difungsikan. Selain pembangunan Jembatan Pulo Wonokromo dan Joyoboyo, ada beberapa proyek lain yang menjadi fokus DPUBMP 2020, yakni pembangunan box culvert diversi Gunungsari, Jembatan Ngagel, dan Jembatan Undaan Wetan-Undaan Kulon, membangun pedestrian di 18 lokasi, pembangunan rumah pompa pada 2 lokasi, pengadaan pemasangan pompa air pada tujuh lokasi serta pengadaan alat berat.

“Itu semuanya berada di Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan. Tahun depan, anggaran mereka mencapai Rp 1,2 triliun,” ungkapnya.

Pembangunan jembatan memang dibutuhkan karena daerah tersebut terkenal macet. Utamanya pada jam-jam kritis seperti pagi dan sore. Jembatan juga dibutuhkan supaya tidak terjadi kemacetan bottle neck di Jembatan Lama Wonokromo.(mus/rak) 

(sb/mus/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia