Kamis, 14 Nov 2019
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Dikebut, Park and Ride Terminal Joyoboyo Beroperasi Bulan Depan

07 November 2019, 17: 20: 34 WIB | editor : Wijayanto

MODERN: Pembangunan Park and Ride di Terminal Intermoda Joyoboyo, Surabaya, hampir selesai.

MODERN: Pembangunan Park and Ride di Terminal Intermoda Joyoboyo, Surabaya, hampir selesai. (s)

Share this      

SURABAYA - Pengerjaaan Park and Ride di Terminal Intermoda Joyoboyo (TIJ) terus dikebut Pemerintah Kota Surabaya. Proyek strategis yang dimulai sejak Januari 2018 itu diharapkan tuntas bulan depan.

"Progresnya sekarang sudah 96 persen. Harapan kita, Desember 2019 sudah bisa digunakan. Momen akhir tahun, diharapkan tidak macet karena banyaknya pengunjung Kebun Binatang Surabaya (KBS)," ujar Kepala Bidang Prasarana Transportasi, Dinas Perhubungan Surabaya, Ridlo Noor Wahab kepada Radar Surabaya, Rabu (6/11).

Setelah selesai, akan dilakukan commissioning test. Yakni tes instalasi listrik, hidran, AC, hingga menata interior. Selain berfungsi sebagai terminal angkutan umum, nantinya TIJ juga digunakan sebagai tempat parkir kendaraan roda dua, roda empat, bus pariwisata, hingga sepeda angin.

"Salah satunya sebagai parkir kendaraan pengunjung KBS. Jika parkir utama di KBS penuh, masyarakat bisa memanfaatkan Park and Ride yang ada di Terminal Joyoboyo," jelasnya.

Ridho berharap Terminal Joyoboyo bisa menjadi stasiun intermoda. Tidak hanya moda darat, tetapi juga moda rel yang bisa connecting dengan Stasiun Kereta Api Wonokromo. Kapasitas satuan ruang parkir (SRP) cukup besar untuk menampung banyak kendaraan. Kendaraan roda empat sebanyak 320 SRP, roda dua atau motor 500 SRP, bus pariwisata 8 SRP, sedangkan sepeda angin 100 SRP.

Ridho mengatakan, Dishub Surabaya juga akan menambah dua fasilitas Park and Ride di Genteng Kali dan Kertajaya. Penambahan fasilitas parkir modern itu sebagai satu cara untuk menggeser parkir di pinggir jalan (on street parking) ke off street parking.

 "Dengan adanya tambahan park and ride, kami berharap semakin sedikit pengendara yang parkir di bahu jalan. Juga bisa membatasi penggunaan kendaraan pribadi," katanya.

Dengan memarkirkan kendaraan di Park and Ride, menurut Ridho, masyarakat bisa beralih ke angkutan umum. Park and Ride sebagai salah satu instrumen pembatasan penggunaan kendaraan pribadi. Dia yakin Park and Ride itu bakal diminati masyarakat Surabaya.

Saat ditanya rencana pengerjaan underpass yang menghubungkan Terminal Joyoboyo dengan KBS, Ridlo menegaskan bahwa pembangunan jalur bawah tanah itu bakal dilakukan  pada tahun depan.

Pihaknya masih berkoordinasi dengan Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya. "Nantinya pembangunan dilakukan secara bertahap, dengan menggunakan APBD Surabaya tahun 2020," katanya. (mus/rek)

(sb/mus/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia