Kamis, 14 Nov 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Gresik

Tipu Pencari Kerja Ratusan Juta Rupiah, Bidan Cerme Kidul Ditangkap

07 November 2019, 10: 02: 08 WIB | editor : Wijayanto

NEKAT: Kapolsek Cerme AKP Iwan Harry Poerwanto menunjukan tersangka Merry Purwaning Hardini beserta barang bukti (BB) buku tabungan dan bukti transfer ratusan juta rupiah.

NEKAT: Kapolsek Cerme AKP Iwan Harry Poerwanto menunjukan tersangka Merry Purwaning Hardini beserta barang bukti (BB) buku tabungan dan bukti transfer ratusan juta rupiah. (YUDHI DWI ANGGORO/RADAR GRESIK)

Share this      

GRESIK - Jajaran Reskrim Polsek Cerme berhasil membongkar kasus penipuan perekrutan tenaga harian lepas (THL) di Gresik.

Dalam kasus tersebut, petugas menangkap tersangka Merry Purwaning Hardini, 37 , warga asal Desa Cerme Kidul RT 1 RW 4 Kecamatan Cerme yang berprofesi sebagai bidan tenaga harian lepas (THL) di Puskesmas Cerme.

Tersangka Merry diamankan, setelah petugas mendapat laporan 10 korban yang tertipu perekrutan tenaga kerja atau pencari kerja usai menyetorkan sejumlah uang hingga ratusan juta rupiah kepada tersangka.

"Modus yang dilakukan tersangka menyakinkan korban bisa memasukkan tenaga kerja di perusahaan PT Petro Jordan Abadi (PJA) untuk menggantikan pekerja yang sudah pensiun,” kata Kapolsek Cerme AKP Iwan Harry Poerwanto.

Korban yakin bisa masuk karena suami tersangka, Amirul, juga bekerja di perusahaan tersebut di bagian mekanik. Bahkan, untuk lebih menyakinkan korban, tersangka memberikan kuitansi usai korban melakukan transfer pembayaran.

Dikatakan, tersangka melakukan penipuan sejak 8 bulan lalu. “Dari pengakuan tersangka, setiap korban ada yang menyetor Rp 15 juta, Rp 65 juta bahkan hingga Rp 100 juta. Kerugian korban ditaksir mencapai Rp 400 juta lebih,” paparnya.

Pihak kepolisian akan terus mengembangkan kasus tersebut. “Sebab tidak menutup kemungkinan masih ada korban lain yang belum melapor," tukasnya. 

Sementara itu, di hadapan penyidik, tersangka Merry Purwaning Hardini mengaku dirinya melakukan penipuan karena sebelumnya pernah ditipu oleh oknum Dinas Perhubungan (Dishub) Gresik, dengan inisial F.

"Uang hasil menipu dibuat membayar hutang. Sebelumnya saya juga pernah ditipu orang Dishub Gresik yang mengaku bisa meloloskan menjadi PNS, namun kenyataannya hingga sekarang tidak membuahkan hasil. Padahal, sudah setor sejumlah uang Rp 150 juta," ungkapnya.

Imbas kasus penipuan itu, tersangka Merry Purwaning Hardini terancam dengan pasal 378 KUHP dengan ancaman 4 tahun penjara.(yud/han)

(sb/yud/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia