Jumat, 06 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Gresik
Warga Tlogopatut Tutup Akses ke Masjid

Minta Kegiatan Keagamaan Berbasis Budaya Lokal Diperbolehkan

07 November 2019, 09: 55: 46 WIB | editor : Wijayanto

PROTES: Warga memasang spanduk tuntut pengembalian fungsi Masjid Kawung.

PROTES: Warga memasang spanduk tuntut pengembalian fungsi Masjid Kawung. (ISTIMEWA)

Share this      

GRESIK - Puluhan warga RT 03 RW 02 Kelurahan Tlogopatut Kecamatan Gresik menggeruduk masjid yang ada di area komplek Akademi Kebidanan Delima Persada Jalan Proklamasi No 54 Gresik.

Kedatangan mereka untuk memprotes sikap takmir Masjid Kawung yang sebelumnya melarang warga menggelar kegiatan keagamaan lokal.  

Meskipun dalam aksinya tidak ada seorangpun takmir masjid yang keluar menemui warga, namun aksi ini sempat menjadi tontonan pengendara jalan yang melintas.

Pengurus RW 02 Kelurahan Tlogopatut, Muhammad mengatakan, aksi yang dilakukan oleh warga kali ini merupakan langkah terakhir karena protes yang selama ini dilayangkan tidak dihiraukan takmir masjid.

“Kami sudah beberapa kali melakukan mediasi namun hasilnya deadlock. Intinya kami ingin fungsi masjid dikembalikan seperti semula,” ujar Muhammad.

Dikatakan, masjid Kawung merupakan salah satu masjid peninggalan yayasan pendidikan Kawung yang dikelola oleh warga setempat. Belakangan muncul informasi apabila pengurus yayasan menghibahkan masjid ke salah satu organisasi keagamaan di Gresik.

“Sebelumnya takmir masjid telah mengeluarkan mimbar yang ada di dalam masjid. Ini yang membuat kami tersinggung karena sebelumnya tidak ada pemberitahuan,” imbuhnya.

Di tempat yang sama, Budi Setiawan, warga RT 03 yang ikut dalam aksi memberikan tenggang waktu kepada takmir masjid Kawung supaya bisa berdialog dengan warga. Tuntutannya supaya warga sekitar diperbolehkan menggelar kegiatan keagamaan sesuai dengan budaya lokal.

“Jika tuntutan kami tidak dihiraukan, maka kami akan tutup akses ke masjid sampai ada kejelasan. Tidak hanya itu, pihak warga juga berencana mendatangi kecamatan dan Polres untuk meminta audiensi,” pungkasnya. (fir/han)

(sb/fir/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia