Kamis, 14 Nov 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Sidoarjo

Perkara Tanah Puskopkar Jatim Sudah Keluar Masuk Pengadilan

07 November 2019, 09: 45: 54 WIB | editor : Wijayanto

Proses pengadilan kasus tanah Puskopkar Jatim di PN Sidoarjo.

Proses pengadilan kasus tanah Puskopkar Jatim di PN Sidoarjo. (ISTIMEWA)

Share this      

SIDOARJO - Kasus tanah Pusat Koperasi Karyawan (Puskopkar) Jatim di Desa Pranti, Kecamatan Sedati, Sidoarjo berbuntut panjang. Selain sedang proses sidang di Pengadilan Negeri (PN) Sidoarjo, perkara tanah seluas 20 hektar itu juga sudah lama bermasalah hukum.

Ahmad Budi Santoso, pengacara terdakwa Reny Susetyowardhani selaku direktur utama PT Dian Fortuna Erisindo menyebutkan, lahan itu sejak awal milik almarhum Iskandar, ayah Reni yang dulunya juga dirut PT Dian Fortuna Erisindo.

"Tahun 1992, almarhum Iskandar mulai kerja sama dengan Puskopkar di bidang usaha perumahan. Semua pembiayaan oleh PT Dian, dan Puskopkar mendapat fee atas bidang usaha itu," ungkap Budi Santoso.

Karena semua pekerjaan atas nama Puskopkar, maka berbagai dokumen juga atas nama Puskopkar. Tapi tentang kepemilikan lahan, ditegaskan dia tetap milik PT Dian Fortuna.

"Puskopkar juga pernah menggugat perdata di PN Sidoarjo ditolak, Pengadilan Tinggi juga ditolak, dan sampai kasasi juga ditolak sebagaimana putusan kasasi nomor 930 K tahun 2016," sebutnya.

Di sisi lain, pada tahun 2007, Reni yang menjabat dirut PT Dian menjual lahan itu ke PT Gala Bumi Perkasa milik Henry J Gunawan. Dalam perjanjiannya, PT Dian harus bisa menyelesaikan sertifikat atas lahan itu sekitar sembilan bulan. 

Karena tidak selesai, PT Gala Bumi menggugat PT Dian. Dari PN sampai Kasasi, PT Gala Bumi menang gugatan. Tapi saat Gala Bumi hendak melakukan eksekusi pada tahun 2014, ada perlawanan dari ahli waris Iskandar yakni beberapa saudara Reni.

"Permohonan perlawanan ahli waris ini menang dari tingkat PN sampai Kasasi di Mahkamah Agung. Dinyatakan bahwa ahli waris yang berhak atas harta peninggalan Iskandar," urai dia.

Masih tentang tanah itu, Reni juga pernah dilaporkan ke Polda Jatim oleh pihak Puskopkar. Tapi kasus itu di-SP3 oleh Polda Jatim pada tahun 2015. 

Ternyata awal tahun 2018, Puskopkar membawa perkara ini ke Mabes Polri. Sampai akhirnya, kasus itu berlanjut dan sekarang sudah proses sidang di PN Sidoarjo. 

Ada lima orang terdakwa yang berkas perkaranya semua terpisah. Yakni bos PT Gala Bumi Perkasa Henry J Gunawan, notaris Dyah Ekapsari Nuswantari, notaris Yuli Ekawati yang juga legal di PT Gala Bumi Perkasa, Reny Susetyowardhani direktur utama PT Dian Fortuna Erisindo, dan notaris Umi Chalsum.

"Kami melihat ada beberapa kejanggalan dalam perkara ini. Mulai dari kepemilikan lahan, hingga adanya perbedaan perlakuan terdakwa. Empat ditahan, hanya satu yang tidak ditahan yakni Umi Chalsum," pungkasnya. (son/jay)

(sb/son/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia