Kamis, 14 Nov 2019
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Pemprov Jatim Launching Aplikasi SP2D Online

07 November 2019, 12: 07: 59 WIB | editor : Abdul Rozack

PAPERLESS: Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa (tengah) usai meluncurkan aplikasi SP2D Online di gedung Negara Grahadi, Rabu (6/11).

PAPERLESS: Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa (tengah) usai meluncurkan aplikasi SP2D Online di gedung Negara Grahadi, Rabu (6/11). (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) me-launching aplikasi Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) Online, Paperless, dan Digital Signing serta E-EValuasi APBD Kabupaten atau Kota di Gedung Negara Grahadi, Rabu (6/11). Sebelum di-launching, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa memiliki harapan atas program ini, yakni ingin mewujudkan seluruh Jatim bisa terkoneksi dan diakses secara real time. 

“Melalui program ini kami berharap bahwa koneksitas di antara perencanaan dan penganggaran, e-planning dan e-budgeting secara regional provinsi Jatim bisa dilakukan. Hingga kini, ada 14 dari 38 kabupaten dan kota yang telah memanfaatkan hal ini. Tinggal 24 kabupaten/kota yang diarahkan untuk menggunakan aplikasi tersebut,” jelas Khofifah. 

Khofifah menyebut aplikasi ini merupakan yang pertama diluncurkan di Indonesia. Menurutnya berdasarkan informasi Direktur Perencanaan Anggaran, ini baru dirumuskan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). “Nah kita rupanya kategori kelompok pertama yang inisiasi dari Mendagri yang sama dengan berintegrasi nya antara perencanaan anggaran,” jelasnya.

Sementara itu Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Jatim Jumadi menjelaskan, ada beberapa keunggulan aplikasi ini. Misalnya saja lebih efektif dan efisien. “Pada pengelolaan keuangan daerah kan tidak hanya penganggaran, tapi juga ada perbendaharaan. Nah perbendaharaan ini yang selama ini otorisasi dan pencairan itu secara konvensional itu kita lakukan langkah-langkah untuk efektif, efisiennya seperti apa,” ujarnya.

Oleh karena itu dengan sistem SP2D online ini yang paperless, digital signing. Jumadi mengaku, pihaknya mendesain untuk kecepatan untuk transparansi. Kelebihannya juga bisa dilakukan dimanapun. “Tidak hanya di kantor. Misalnya, kepala OPD-nya sedang bepergian ke Jakarta, tetap bisa melakukan lewat smartphone-nya. Ini nilai kelebihan dari aplikasi ini,” pungkasnya. (mus/nur)

(sb/jpg/jek/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia