Kamis, 14 Nov 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Berobat dari Hasil Jualan Narkoba, Menyesal di Persidangan

06 November 2019, 18: 01: 26 WIB | editor : Wijayanto

MENYESAL: Yettie Arianie hanya bisa pasrah saat disidang di ruang Garuda II PN Surabaya.

MENYESAL: Yettie Arianie hanya bisa pasrah saat disidang di ruang Garuda II PN Surabaya. (GINANJAR ELYAS SAPUTRA/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Niat usaha untuk berobat karena penyakit dalam, warga Jalan Cipta Menanggal Dalam No. 5, Kelurahan Cipta Menanggal, Kecamatan Gayungan nekat jual sabu, pil koplo, dan ganja. Saat disidang di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Yettie Arianie, 39, hanya bisa pasrah. 

Awal mula penangkapan Yettie pada Rabu (31/7) lalu di SPBU Jalan Pagesangan, Kecamatan Jambangan, Surabaya. Terdakwa diketahui anggota Polsek Karangpilang dilokasi tersebut ketika mengambil satu poket sabu-sabu (SS) seberat 39, 79 gram dengan cara ranjau dari Nanang pacar terdakwa yang saat ini sedang buron.

Ketika terdakwa digeledah, polis menemukan barang bukti tersebut diletakkan pada saku jaketnya. Mengetahui hal tersebut, terdakwa diintrogasi polisi untuk dilakukannya pendalaman lebih lanjut.  Bripka Oky Ari Saputra yang sebagai saksi sekaligus anggota Mapolsek Karangpilang membenarkan didepan ketua majelis hakim bahwa terdakwa ketahuan membawa satu poket SS yang didapatnya dari Nanang.

“Benar Majelis Hakim, saat itu kami temukan barang haram tersebut di dalam saku jaket Yettie,” ujar Oky, Selasa (5/11) di PN Surabaya.

Setelah itu, Oky melakukan pendalaman lebih lanjut ke tempat tinggal terdakwa di indekos Jalan Cipta Menanggal Dalam No. 5. Saat didalam indekos tersebut, polisi menggeledah seluruh isi ruangan kos tersebut.

Alhasil polisi menemukan SS 7,38 gram, 32 butir pil ekstasi warna pink, 13 butir pil ekstasi warna warna ungu, 2 butir pil ekstasi warna cokelat, satu buah kantong berisi ganja seberat 314,40 gram, satu buah dompet berisi klip plastik, satu buah timbangan elektrik, tiga buah buku tabungan dan tiga buah kartu ATM.

Kuasa Hukum Yettie, Ari Bowo membenarkan, kalau kliennya tersebut terbukti menerima, menawarkan dan menjual kembali barang haram tersebut untuk digunakan terdakwa berobat karena penyakit dalam yang dialami.

“Ya memang kebetulan kan terdakwa ini memiliki penyakit, Insya Allah yang akan datang akan kami datangkan saksi ahli dari kedokteran penyakit dalam. Teknisnya kami belum bisa menjelaskan penyakitnya apa,” kata Ari seusai persidangan. (gin/rud)

(sb/gin/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia