Minggu, 08 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Begal Sadis yang Menyebabkan Korbannya Tewas Ini Dihukum 15 Tahun

06 November 2019, 17: 58: 17 WIB | editor : Wijayanto

DIVONIS: Ariyanto hanya bisa pasrah saat dijatuhi hukuman 15 tahun penjara oleh majelis hakim di ruang sidang Garuda I PN Surabaya, Selasa (5/10).

DIVONIS: Ariyanto hanya bisa pasrah saat dijatuhi hukuman 15 tahun penjara oleh majelis hakim di ruang sidang Garuda I PN Surabaya, Selasa (5/10). (GINANJAR ELYAS SAPUTRA/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya tak memberi ampun pada Ariyanto, 22, pelaku pencurian dengan kekerasan (curas) di Surabaya yang telah menyebabkan korban meninggal dunia, dengan memberikan hukuman berat.

Majelis hakim Yohanis Hehamoni menjatuhi hukuman kepada terdakwa Ariyanto warga Jalan Tanjung Sari Jaya I, Sukomanunggal, dengan pidana penjara selama 15 tahun.  

Dalam putusannya, majelis hakim tidak menemukan alasan pembenar atau pemaaf yang dapat menghapuskan perbuatan pidana terdakwa Ariyanto. Tak hanya itu, status residivis dalam kasus yang sama juga menjadi pertimbangan yang memberatkan dalam putusan hakim.

“Sehingga terdakwa haruslah dihukum sesuai dengan perbuatannya yang telah menyebabkan korban meninggal dunia,” kata hakim Yohanis saat membacakan amar putusannya.

Atas vonis tersebut, Terdakwa Ariyanto tidak melawan dan hanya bisa pasrah saat mendengar putusan tersebut. Ia langsung menyatakan untuk menerima putusan hakim. “Saya terima pak hakim,” jawabnya kepada majelis hakim.

Sementara, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ririn Indrawati juga menerima putusan tersebut. Jaksa wanita yang bertugas di Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjung Perak ini mengatakan putusan hakim telah sesuai dengan tuntutannya. 

“Putusan hakim ini conform (sesuai, Red) dengan tuntutan kami, yang juga menuntut 15 tahun penjara,” ungkap JPU Ririn seusai persidangan.

Seperti diketahui, kasus ini bermula saat terdakwa melakukan aksi pencurian dengan kekerasan atau jambret pada korban Sulasni di kawasan Jalan Kalianak Surabaya pada 11 Juli 2019 lalu. Aksi itu dilakukan bersama Samsuri yang hingga saat ini masih tercatat dalam daftar pencarian orang (DPO).

Saat dijambret Sulasni sedang mengendarai sepeda motor dan mencangklong tas. Selanjutnya terdakwa bersama komplotannya memepet Sulasni dan menjambret tas yang dicangklongnya hingga membuat Sulasni terpelanting dari motornya dan tewas ditempat. 

Miyanti ibu dari terdakwa Ariyanto hanya bisa pasrah atas vonis 15 tahun yang diterima anaknya tersebut. Isak tangisnya pecah sejak diketuknya palu vonis hingga selesai sidang di PN Surabaya.

Dia mengaku bahwa anaknya bukan seorang pelaku begal. “Anakku tidak bersalah, waktu itu ia hendak menjemput pacarnya. Ndak taunya diajak temannya untuk begal,” tutup Miyanti sembari mengusap tangisnya. (gin/rud)

(sb/gin/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia