Kamis, 14 Nov 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Polisi Selidiki Misteri ATM Bersaldo Rp 1 Miliar

06 November 2019, 17: 50: 45 WIB | editor : Wijayanto

MISTERIUS: ATM bersaldo Rp 1,099 miliar saat dcek saldonya di mesin ATM.

MISTERIUS: ATM bersaldo Rp 1,099 miliar saat dcek saldonya di mesin ATM. (ISTIMEWA)

Share this      

SURABAYA - Unit Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya masih mengembangkan kasus penipuan dengan modus memamerkan saldo ATM senilai Rp 1,099 miliar. Empat tersangka  yakni Nasir, 56, Rizal, 41, Yamin, 45, dan Hendri, 35, keempatnya warga Sulawesi Selatan masih dimintai keterangan terkait ATM bersaldo Rp 1,099 miliar yang digunakan untuk menipu korban tersebut.

Kanit Jatanras Satreskrim Polretabes Surabaya Iptu Giadi Nugraha mengatakan, dari keterangan tersangka Nasir yang membeli ATM tersebut mengaku tidak tahu bagaimana bisa saldo ATM yang dibawanya tersebut bernominal miliaran rupiah.

Untuk ATM tersebut ia beli langsung dari Jakarta. Namun, membeli ke siapa masih belum diketahui. “Tersangka mengakui jika ia membeli namun ke siapa ia mengaku tidak tahu karena secara online,” jelasnya.

Penasaran dengan isi saldonya, Iptu Giadi sempat membuka dan melihat. Ternyata benar jika ATM tersebut asli dari bank. Saat cek saldo benar saja isinya menunjukkan Rp 1.099.927.228. Pihaknya masih mencari informasi bagaimana bisa ATM tersebut bisa menunjukkan saldo Rp 1 miliar meski tidak ada isinya.

“Padahal dari penyelidikan ini diketahui kartu terblokir. Kami akan berkoordinasi dengan pihak bank yang menerbitkan ATM ini,” tuturnya.

Ia khawatir, dari keterangan tersangka bisa membeli ATM tersebut dengan mudah di online, kemungkinan ada ATM lainnya yang diproduksi. Ini tentu saja bisa digunakan sebagai sarana penipuan. “Apakah ada sindikatnya atau tidak ini masih kami selidiki. Apalagi mendapatkannya mudah sekali,” terangnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, empat tersangka penipuan berkedok pengusaha kelapa sawit diamankan Unit Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya. Mereka menunjukkan isi ATM untuk memperdaya korban.

Saat korban mulai percaya dan mengambil uang seketika itu kartu ATM miliknya diganti dengan kartu palsu. Selanjutnya isi saldo korban dikuras habis oleh tersangka dan dibagi rata. (gun/rud)

(sb/gun/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia